Kebutuhan Sapi dan Kambing Naik 20 Persen Jelang Idul Adha

 Ekonomi

Surabaya, (DOC) – Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada hari Jum’at (26/10) diprediksi Dinas Peternakan Jatim  bakal meningkat hingga 20 persen dibandingkan dengan bulan biasa.

Permintaan kebutuhan sapi potong selama Idul Adha di Jatim sekitar 40.000 ekor sapi dan kambing  sekitar 100.000 ekor.

Kepala Dinas Peternakan Jatim, Ir Maskur, Jumat (5/10) mengatakan, kendati kebutuhan meningkat, Jatim masih mampu memenuhi stok kebutuhan tersebut. Hal ini karena Jatim masih bisa dipasok dari, Babat, Lamongan, Bojonegoro, Tuban dan paling banyak populasi sapi berasal dari daerah Sumenep.

Saat ini, lanjut dia, populasi ternak sapi potong di Jatim hingga Juli 2012 telah mencapai 4.872.124 ekor. Dari jumlah tersebut, Jatim memasok kebutuhan sapi potong secara nasional sekitar 34 persen. “Dengan jumlah yang masih besar, untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha saja, tentu masih sangat mencukupi,” ujarnya.

Untuk itu, jelang Hari Raya Idul Adha, pihaknya juga bakal berupaya menghalau masuknya sapi dari Jateng maupun Jabar. “Jatim  tidak menerima pasokan sapi dari propinsi lain, karena dimungkinkan terjangkit antrax,” katanya.

Untuk mengantisipasi masuknya sapi dari daerah tersebut, Disnak Jatim bekerjasama dengan aparat kepolisian, melakukan pengecekan dan pengawasan, terutama di daerah perbatasan Jatim. “Kami akan cek di sembilan titik perbatasan. Kalau ada sapi potong dari Jateng dan Jabar akan kita kembalikan,” tegasnya.

Seperti diketahui, selama ini Jatim memang dikenal memiliki populasi sapi potong yang merupakan 34 persen dari populasi nasional, sapi perah 49 persen.

Menyikapi tuntutan kebutuhan konsumsi masyarakat yang terus bertambah Dinas Peternakan Jatim terus bertekad menjadikan Jatim sebagai gudang ternak dan sentra produksi peternakan nasional. “Untuk dapat menjadi gudang ternak dan sentra produksi peternakan, Jatim perlu menjaga kualitas ternak dan stabilitas harga produk,” kata Maskur.

Salah satu upayanya, yakni terus mengupayakan ternak Jatim bebas dari penyakit hewan menular, misalnya bekerjasama dengan aparat kepolisian di pintu perbatasan untuk awasi distribusi ternak. (R-12/R9)