Kecewa Dengan Tuntutan 20 Tahun Penjara, Keluarga Mirna Datangi Gedung Jaksa Agung

Jakarta,(DOC) – Tuntutan, 20 tahun penjara untuk Jessica Kumala Wongso, terdakwa kasus kematian Wayan Mirna Salihin, yang dibacakan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu(5/10/2016) lalu, nampaknya memicu reaksi keluarga mendiang Wayan Mirna Salihin.

Keluarga mendiang yakni, Ibu Mirna, Ni Ketut Sianiti, bersama Suami Mirna, Arief Soemarko, Yongki sepupu Mirna, dan Sendy Salihi saudara kembar Mirna, mendatangi gedung Jaksa Agung Tindak Pidana Umum, Jumat(7/10/2016), pukul 10.50 Wib.

Belum diketahui secara pasti tujuan kedatangan mereka. Suami Mirna, Arief Soemarko hanya menyatakan kekecewaannya atas tuntutan jaksa penutut umum yang menuntut terdakwa Jessica Kumala Wongso  hukuman 20 tahun penjara.

“Ya, kami kecewa saja, tuntutannya kan cuma 20 tahun, Siapa yang enggak kecewa,” kata Arief.

Menurut Arief, tuntutan jaksa di persidangan terkesan janggal. Sebab, tidak sesuai dakwaan pada Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang disebut dilakukan oleh Jessica dengan ancaman hukuman mati.

Ia membeberkan, bahwa tuntutan hukuman penjara 20 tahun tanpa disertai fakta dan bukti yang meringankan hukuman terdakwa.

“Kan sudah (tuntutan,red) dibacakan, bahkan yang meringankan saja nggak ada, kok(tuntutanya) hanya 20 tahun,” paparnya.

Seperti informasi sebelumnya, saat pembacaan tuntutan, Jessica terdakwa dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin, hanya dituntut 20 tahun penjara. Padahal hal-hal yang meringkan terdakwa tidak ada yang disebutkan.

Malah sebaliknya, dalam pembacaaan tuntutan, Jaksa memperoleh fakta-fakta hukum yang tidak bisa disangkal kebenarannya, dari alat bukti berupa keterangan saksi, ahli, surat, dan terdakwa yang saling berkesesuaian.

Bahkan fakta-fakta itu memenuhi tiga unsur pembunuhan berencana, yakni disengaja, direncanakan, dan merampas nyawa orang lain.

Dalam sidang pembacaan tuntutan, Jaksa hanya menyampaikan, hal-hal yang memberatkan dari kematian Mirna, perencanaan terdakwa dilakukan secara matang sehingga terlihat keteguhan, perbuatan yang sangat keji, perbuatan yang sangat sadis karena menyiksa korban terlebih dahulu sebelum meninggal, berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya, dan memberikan informasi menyesatkan.(kc/r7)