Buktikan Pernyataan Awey, Kejari Tanjung Perak Terbitkan Perintah Penyelidikan Kasus Penyimpangan Dana Jasmas 2016

Surabaya,(DOC) – Pernyataan anggota komisi C DPRD kota Surabaya, Vinsensius Awey soal adanya dugaan penyimpangan dana Jaring Aspirasi Masyarakat(Jasmas) 2016 yang dianggap sebuah isu belaka, kini di buktikan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak.

Perkara dugaan korupsi program Jasmas dalam bentuk dana hibah tahun 2016 lalu, akan dimulai penyelidikkan perkara minggu ini, pasca pihak Kepala Kejari Tanjung Perak, Rachmat Supriady,SH, MH menerbitkan surat perintah penyidikkan bernomor Print-01/0.5.42/Fd.1/02/2018, tertanggal 8 Februari 2018.

Sebelumnya Awey menyebutkan pihak kejaksaan hanya melempar isu dan tidak benar-benar menuntaskan pengusutan kasus ini sampai ke meja hijau.

“Sudah beberapa kali ada berita dari pihak kejaksaan tentang dugaan korupsi dana Jasmas, Tapi selalu saja menguap. Kami minta pihak kejaksaan kali ini benar-benar serius untuk mengungkap kasus demikian agar jelas siapa yang melakukan korupsi,” statement Awey, Selasa(30/1/2018) lalu.

Kala itu, Awey meminta segera diselesaikan dan jangan sampai menghilang secara tiba-tiba, seperti yang pernah terjadi di Kejaksaan Negeri Surabaya dalam kasus yang sama.

“Harus diselesaikan dengan tuntas, jangan sampai hilang. Janganlah kemudian masyarakat malah justru menilai ada permainan antara pihak kejaksaan dengan pelaku yang dalam hal ini anggota legislatif,” tegasnya.

Legislator asal partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini juga meminta kepada kejaksaan agar membuka kemungkinan adanya justice collaborator hingga semua pihak yang terkait bisa di jaring oleh hukum.

”Tentunya harus menghormati azas praduga tak bersalah, tapi dengan adanya justice collaborator meminimkan peluang untuk penyelesaian di bawah meja,” tandasnya.(r7)