Kejati Jatim Tangani Dugaan Korupsi Pendidikan Sumenep

Surabaya, (DOC) – Terkait dugaan korupsi dana pendidikan di Sumenep bernilai miliaran rupiah, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim pada Rabu 21 Mei 2014, mulai memeriksa kasus tersebut. Pejabat Dinas Pendidikan Sumenep pun harus mendatangi Kejati Jatim, bagian pidana khusus guna menjalani pemeriksaan.
Pemeriksaan ini merupakan upaya pengumpulan bukti dan keterangan (pulbuket), setelah beberapa hari sebelumnya kejati Jatim menurunkan petugasnya ke sekolah-sekolah dan meneliti dokumen di Dinas Pendidikan Sumenep. Hal itu untuk melengkapi barang bukti terkait dugaan korupsi.
Sebagaimana diketahui, di Kabupaten Sumenep mendapat anggaran dari Kementrian Pendidikan Nasional cukup besar untuk peningkatan mutu pendidikan. Anggaran itu terdiri dari dana untuk penyediaan buku perpustakaan SD bernilai Rp 14 miliar, alat peraga pendidikan untuk SD Rp 8 miliar, teknologi informasi dan komputer untuk SD Rp 3,6 miliar, alat peraga pendidikan dan laboratorium SMA/SMK yang jumlahnya sangat besar.
Saat para petugas dari kejaksaan terjun ke sekolah-sekolah di Sumenep, pada penyediaan sarana peningkatan mutu pendidikan tersebut ditemukan bukti terkait. Banyak sekolah yang hanya mendapat sebagian dari jumlah yang seharusnya diterima, bahkan banyak sekolah penerima bantuan ada yang sama sekali tidak atau belum mendapatkan sarana peningkatan mutu tersebut.
Selain ada pengurangan jumlah anggaran, ada juga yang mengarah pada pengadaan fiktif. Kalau pun ada sekolah yang menerima produk peningkatan mutu pendidikan, baik berupa buku, alat peraga, alat laboratorium serta peralatan teknologi informasi atau komputer yang dikirim ke sekolah, mutu dan kualitasnya tidak memenuhi spesifikasi yang ditentukan oleh Kemendiknas.
Untuk memperdalam penyelidikan serta Pulbuket, maka pejabat dinas diperiksa Kejati Jatim. Pada tahap awal ini yang diperiksa barulah para pejabat dinas. Berikutnya akan ditelusuri pihak-pihak lain yang terlibat pada dugaan tindak pidana korupsi dana pendidikan di Sumenep. Seperti kemungkinan adanya pejabat lain yang terlibat, rekanan dan lainnya.
Para pemerhati dunia pendidikan Sumenep sangat mendukung langkah Kejati Jatim ini. Tentunya sangat memprihatinkan jika dana yang sangat besar itu dikorupsi, yang tentunya akan berpengaruh pada perkembangan pendidikan di Sumenep. (ist/r4)