Kekeringan Ancam Pertanian Jatim

Tidak ada komentar 177 views

Surabaya, (DOC) – Kekeringan mulai mengancam lahan pertanian di Jawa Timur. Bahkan sebagian wilayah mengalami puso alias gagal panen. Dari data Dinas Pertanian Jawa Timur mencatat, hingga 31 Agustus 2013 ada 10,30 hektar lahan pertanian padi yang mengalami kekeringan. Dari total lahan yang mengalami kekeringan tersebut, 2,3 hektar diantaranya sudah mengalami puso.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur Achmad Nurfalakhi mengatakan meskipun saat ini alami poso, namu tidak terlalu berpengaruh terhadap produksi padi. “Masih kecil dibandingkan total lahan padi di Jatim yang sebesar 1.991.753 hektar, jadi tidak terlalu berpengaruh. Jatim masih aman dari kekeringan,” kata Ahmad Nurfalakhi, Rabu (17/9/2013).
Nurfalakhi juga menyebutkan kekeringan itu terjadi pada petani pindahan. Pada Juni-Juli lalu, beberapa petani yang biasanya menanam palawija berganti menanam padi padahal air hujan sudah mulai minim.
Yang perlu diwaspadai adalah lahan yang terancam kekeringan karena tidak adanya hujan. Dinas Pertanian Jawa Timur mencatat ada 700 hektar lahan yang terancam kekeringan. Meski demikian, jumlah itu tetap tidak mempengaruhi produksi padi karena sejak awal Dinas Pertanian sudah mengantisipasi 4% untuk kemungkinan terburuk seperti kekeringan, banjir dan serangan hama wereng.
Selain area kekeringan yang tidak terlalu luas, aliran Sungai Brantas dan waduk di daerah juga masih penuh sehingga masih bisa dimanfaatkan untuk pengairan. Kekeringan bisa terjadi jika air dalam tanah sudah mulai berkurang. Seperti yang dialami Bojonegoro dan Pacitan.
Meskipun tidak besar, Nurfalakhi mengakui kerugian tetap terjadi, meski tidak besar. Kerugian yang dialami bergantung pada usia tanaman padi. Untuk padi berusia 1-2 bulan, kerugian hanya sekitar 0,3%. Sedangkan padi yang berusia 70 hari atau sudah terisi bulir padi bisa mengalami kerugian hingga 75 persen.
Untuk menghadapi kekeringan yang disebabkan tidak adanya air dalam tanah cukup dipinjami pompa air. Tapi untuk kekeringan yang tidak ada air sama sekali, maka tanaman padi yang mati bisa digunakan untuk makanan ternak. Dinas Pertanian akan menggantinya dengan benih padi pada musim tanam berikutnya. (dan/r4)