Kekuatan APBD 2013 Surabaya Meningkat

Tidak ada komentar 116 views

Surabaya, (DOC) – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2013, terdapat sejumlah kenaikan. Secara global kekuatan ABPD juga meningkat dari Rp 5,1 triliun yang ada di PAK 2012 menjadi sekitar Rp 5,56 triliun di RAPBD 2013. Tapi, ada juga penurunan dari sejumlah sektor atau bidang.

“Kami melakukan peningkatan belanja modal dan penurunan belanja pegawai,’’ kata Plt Kabag Bina Program Erick Cahyadi.

Menurut Erick, belanja modal jelas berkontribusi pada masyarakat. Maka itu, perlu adanya peningkatan. Sedangkan untuk belanja pegawai, pemkot melakukan penyesuaian. Ini terkait biaya atau jumlah yang dibayarkan pada tenaga kontrak. Akhirnya, diputuskan untuk dilakukan penurunan biar ada penghematan.

“Dari sisi pendapatan juga ada peningkatan. Dari PAD saja ada kenaikan 8,7 persen,” sebutnya.

Sementara Kabid Anggaran Dinas Pendapatan dan Pengelola Keuangan Didik Budi Wahjono mengungkapkan, pendapatan di bidang PBB, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, dan Pajak restoran dipastikan mengalami peningkatan tahun depan.

Sementara itu, pihak DPRD menyoroti soal kenaikan di bidang belanja modal atau pengadaan proyek fisik dan infrastruktur. Sebab, selama ini serapan dari bidang ini masih rendah. Tahun depan, rencananya akan ada kenaikan hingga Rp 417 miliar.

“Bukannya kami tidak setuju naik. Memang harus naik. Tapi, pemkot harus benar-benar mengevaluasi diri agar kejadian 2012 tidak terjadi lagi tahun depan. Tahun ini banyak proyek tidak rampung,’’ tegas Reni Astusi, anggotan badan anggaran DPRD Surabaya.

Dia mengatakan, ada sejumlah hal yang bisa dilaksanakan oleh pemkot. Misalnya, mematangkan perencanaan. Selama ini, perencanaan yang belum matang membuat pemkot kelabakan sendiri. Sebab, proyek-proyek ternyata belum siap untuk dikerjakan.

Selain itu, harus ada penjadwalan yang jelas pada para rekanan atau kontraktor. Di lapangan, kerap ditemui satu kontraktor menangani lebih dari satu proyek di waktu yang sama. Kadang, ini berdampak negatif bagi proyek yang mereka kerjakan. Sebab, kontraktor jadi tidak fokus dalam bekerja.

“Berdasarkan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di tiap kelurahan, ada banyak usulan dari warga. Semua tidak bisa tercover dalam satu tahun. Tapi, pemkot harus tertantang untuk melakukan peningkatan demi peningkatan proyek tiap tahunnya,” ungkap Reni.

Sedangkan untuk belanja pegawai, Reni mengapresiasi keberanian pemkot melakukan pemangkasan. Menurutnya, Pemangkasan belanja pegawai selain dari penyesuaian tenaga kontrak, juga dari pengurangan biaya lembur, transportasi, dan lain-lain yang sejatinya sudah tercover di biaya lain.

“Tapi, kami berharap ada rasionalisasi lagi yang lebih rinci. Siapa tahu, ada bidang lain yang bisa dihemat,” harap Reni.

Anggota komisi C DPRD bidang pembangunan Adi Sutarwijono menambahkan, ada banyak jalan kampung dan jalan kecil di pinggiran Surabaya yang belum tergarap maksimal alia masih rusak. Oleh karena itu, dirinya berharap pemkot melakukan survey sampai ke pinggiran dan perkampungan. “Harus ada komitmen,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut. (k1/r4)