Kekuatan TKI Mampu Bangun Bangsa

Tidak ada komentar 188 views

Ngawi, (DOC) – Staf Khusus Menakertrans Dita Indah Sari menyatakan tenaga kerja Indonesia (TKI) memiliki tiga kekuatan unggul membangun bangsa yakni berani, tangguh, dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ciri-ciri tersebut sangat penting untuk membangun bangsa dan pantas semangat itu patut ditularkan kepada warga masyarakat untuk bersama-sama membangun bangsa, kata Dita pada sosialisasi program kerja Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Pada sosialisasi yang dikemas melalui Gebyar TKI 2013 bertema “Bersama TKI Membangun Negeri” itu, Dita mengatakan TKI pasti memiliki keberanian karena tanpa keberanian mereka tidak akan sampai ke luar negeri.
“Bayangkan perempuan dari sini belum pernah pergi jauh, tiba- tiba dia hanya transit di Surabaya atau Jakarta terus melanjutkan perjalanan sampai Hong Kong atau negara lainnya. Kalau tidak berani, tidak mungkin sampai ke negeri orang,” katanya pada acara yang dihadiri ribuan warga masyarakat itu.
Dita yang juga aktivis buruh menyebutkan, keunggulan TKI kedua adalah tangguh. Mereka bekerja di tempat yang berbeda bahasa, budaya serta sistem hukum yang berbeda.
“Kalau tidak tangguh pasti baru sehari saja sudah minta dipulangkan,” katanya dalam surat elektronik dari Direktorat Sosialisasi dan Kelembagaan BNP2TKI yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ciri keunggulan TKI ketiga adalah bisa menyesuaikan diri dengan keadaan yang berbeda. TKI bekerja pada pengguna yang berbeda serta cara kerja berbeda dengan menggunakan mesin dan teknologi canggih.
“Kemampuan menerima perbedaan ini keunggulan TKI yang luar biasa. Apalagi sekarang ini orang beda sedikit bisa marah-marah,” katanya.
Modal penting Dita menegaskan ketiga keunggulan TKI ini merupakan modal penting untuk membangun bangsa dan layak ditularkan kepada kelompok masyarakat lainnya.
Selain keunggulan, katanya, ada kelemahan TKI yang harus dicari solusinya, misalnya, persoalan keluarga sering terganggu karena hidup terpisah dan berjauhan. Sedangkan TKI dari kelompok muda cenderung tidak memiliki manajemen keuangan yang baik. (we/r4)