Kelola Sampah TPA Benowo, Identitas PT SO tidak Jelas

Surabaya (DOC) – Data mengenai identitas PT Sumber Organik (SO) selaku pihak pemenang lelang investasi untuk mengelola sampah TPA Benowo, semakin tak jelas.

Meski salah satu syarat pengelolaan teknologi pengolahan sampah di Benowo untuk jadi gas dan listrik, harus perusahaan berpengalaman, namun PT SO baru memasang pengumuman lowongan kerja untuk merekrut karyawan. Hal tersebut dinilai menunjukkan bahwa PT SO merupakan perusahaan baru.

Informasi di lapangan menyebutkan Direktur Utama PT Sumber Organik dipegang Surya Alun. Namun, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Surya Alun dengan tegas membantah.

”Tidak benar itu, saya bukan sebagai pimpinan perusahaan itu. Apalagi saya tak tahu menahu tentang apa yang anda bicarakan (masalah Sumber Organik sebagai pengelola TPA Benowo, red). Informasi dari mana,” bantah Surya Alun.

Di sisi lain, Anggota Komisi C DPRD Surabaya dari Fraksi PDIP , Saifuddin Juhri mengaku tak kenal dengan pihak PT Sumber Organik.  Apalagi, ujarnya dengan Direktur Utama Sumber Organik, dia mengaku sama sekali tak mengenalnya.

Sebelumnya, Anggota Komis A DPRD Surabaya dari Fraksi Golkar, Erick Reginal Tahalele menyatakan, dokumen kerjasama antara Pemkot Surabaya dengan PT SO tentang pengolahan sampah di TPA Benowo hingga kini tidak jelas.

”Mestinya kerjasama dengan pihak ketiga harus diketahui oleh DPRD Surabaya, terlebih ini menyangkut uang miliaran rupiah, lha ini mana dokumennya kita tidak tahu. Jangan-jangan ada main ini,” katanya waktu itu.

Seperti diketahui, sebelumnya sejumlah anggota DPRD Surabaya mengritisi tentang pemberian tipping fee sebesar Rp 57 miliar untuk pengelolaan sampah di TPA Benowo. Jumlah tipping fee tersebut dinilai terlalu besar lantaran tidak jelas apa yang akan diperoleh Pemkot Surabaya.

”Kita dapat apa, terus dokumen kerjasamanya mana?, jangan jangan kita dibujuki lagi,” kata Erick.

Meski sebelumnya Erick bersama beberapa anggota dewan lain teriak-teriak mengenai tipping fee, namun belakangan tidak ada lagi suara dan kritisi dari sejumlah anggota dewan. (r4/r3)