Keluarga Korban Kapal Fery Sewol Lempari Botol PM Korsel

Korsel,(DOC) – Kurang lebih 300 orang korban tenggelamnya kapal fery Sewol, di perairan Korea Selatan sampai saat ini masih belum diketemukan. Upaya penyelamatan dilakukan di sekitar reruntuhan kapal yang tenggelam di kedalaman sekitar 30 meter. Banyak penumpang yang diperkirakan masih terperangkap di dalam kapal.
Para pejabat mengatakan kondisi air yang banyak mengandung lumpr menyulitkan proses evakuasi. Selain itu, jarak pandang pencarian ke dalam air juga sangat terbatas. Feri naas itu karam di perairan Pulau Jindo dalam perjalanan dari Icheon menuju Pulau Jeju.
Perdana Menteri Korea Selatan Chung Hong-won mengatakan upaya penyelamatan harus tetap dilakukan secara maksimal. “Setiap menit sangat berharga. Saya mendesak setiap orang yang terlibat dalam pencarian ini untuk melakukan yang terbaik demi menyelamatkan lebih banyak nyawa,” kata Hong-won seperti dilansir dari BBC, Kamis(17/4/2014).
Namun pernyataan orang nomor satu di pemerintah Korsel itu tidak membuat keluarga korban puas. Saat mengunjungi tempat penampungan untuk keluarga yang menunggu informasi, tiba-tiba seorang pria berteriak marah dan melempar botol air mineral ke arah Ho-won. Refleks, beberapa pengawal pun melindungi Perdana Menteri, meski Ho-won masih kecipratan air.
“Tidak ada operasi penyelamatan yang sedang dilakukan. Kami lihat betul bahwa tidak ada yang sedang melakukannya. Mereka hanya sedang menghentikan kebocoran oli di kapal. Saya benar-benar sangat marah,” kata pria yang mengaku ayah dari seorang korban, seperti dikutup Daily Mail, Kamis, 17 April 2014.
Tim pencari kini melibatkan penjaga pantai, militer, dan kapal komersial untuk mencari di arus yang kuat. Angkatan Laut Amerika Serikat juga telah mengirimkan kapal amfibi USS Bonhomme Richard untuk membantu pencarian dan memberikan bantuan secepatnya.
170 orang selamat dari total 475 penumpang sementara enam orang dinyatakan meninggal dan puluhan lainnya terluka. (co/r7)