Kembangkan UMKM dengan Pola Kemitraan

Tidak ada komentar 203 views

Surabaya, (DOC) – Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal (BKPPM) Kota Surabaya menggelar Konsolidasi Perencanaan Penanaman Modal Daerah (KPPMD), Rabu (30/10), di Rumah Makan Nur Pasifik. Pertemuan ini dilakukan sebagai sarana bagi aparatur Pemerintah untuk melakukan koordinasi penyusnan program kegiatan penanaman modal disamping menginventarisasi kendala atau permasalahan terkait penanaman modal di Kota Surabaya.
Tujuan dilaksanakan KPPMD ialah untuk mencapai sinergitas dalam pelaksanaan penanaman modal, utamanya dalam hal mengidentifikasi dan menyusun program kegiatan serta memecahkan berbagai permasalahan terkait Penanaman modal.
Menurut Kepala BKPPM Kota Surabaya, Eko Agus Supriadi menjelaskan sesuai Peraturan Kepala Badan nomor 14 dijelaskan bahwa untuk menghidupkan UMKM dan mendorong investasi. Untuk itu, BKPPM mencoba mencari formula supaya UMKM di Surabaya menjadi maju dan berdaya saing dan investor mau berinvestasi di Surabaya.
“Tim BKPPM telah melakukan beberapa evaluasi bagaimana meningkatkan investasi dan memajukan UMKM di Surabaya. Untuk itu, tahun 2014 kita akan mencoba program UMKM bisa melakukan kemitraan dengan perusahaan besar skala nasional. Makanya, perusahaan-perusahaan besar tersebut kita undang supaya mereka mengetahui program Pemkot Surabaya mengenai kemitraan dengan UMKM,” terang Eko.
Eko menambahkan tahun ini sudah terjalin kemitraan UMKM dengan Apresindo dengan menggandeng UMKM sepatu dan tas. Produk mereka selalu diikutkan pameran di Jakarta. Sebelum dipamerkan, mereka mendapatkan pelatihan, pembinaan kualitas produk, dan desain produk. “Ternyata hasilnya sangat luar biasa, ada pengusaha dari Skandinavia yang tertarik dengan produk UMKM kita,” tukasnya.
Tahun depan BKPPM akan terus bekerja keras untuk mengajak investor maupun perusahaan skala nasional mau menginvestasikan modalnya ke Surabaya. Namun, mereka juga harus melakukan kemitraan dengan UMKM. Untuk meyakinkan para investor BKPPM akan mengajak UMKM yang telah memiliki daya saing tinggi.
“Apalagi ada garansi dari Pemeritah dan lagi diperkuat dengan penandatanganan perjanjian. Saya yakin para investor mau mengikuti aturan investasi yang kita berikan. Sehingga, UMKM kesejahteraan UMKM meningkat dan pertumbuhan ekonomi di Surabaya juga meningkat,” imbuhnya.
Senada disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pemerintah Kota (Bappeko) Surabaya, Agus Sonhadji menuturkan sesuai amanat UU yakni menarik investor dan mengembangkan UMKM dengan pola kemitraan. Ia mencontohkan di China menurut informasi yang ia peroleh pemerintah China sangat memperhatikan UMKM. Buktinya, banyak perusahaan besar yang produknya dibuat oleh UMKM.
“Para perusahaan tersebut memberikan pelatihan kepada UMKM disana bagaimana cara membuat produk. Kemudian, mereka disuplai bahan baku dan alat. Para UMKM ini tidak perlu bingung mengenai pemasaran. Dan perusahaan tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk mendirikan pabrik. Saya rasa model tersebut bisa diterapkan di Surabaya,” tukasnya.
Untuk itu, Lanjut Sonhadji perlu ada keterlibatan SKPD terkait sesuai Tupoksi mereka untuk mendorong dan membantu supaya investor bisa dengan mudah mengurus perijinan. Sehingga,mereka mau menginvestasikan modalnya di Surabaya. (r4)