Kemenkominfo : Terima SMS Penipuan, Lapor Polisi !

 Jakarta (DOC) – Marak penipuan via SMS yang beredar di masyarakat mendapat perhatian  Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kemenkominfo  menghimbau masyarakat agar melaporkan kepada pihak yang berwajib jika menerima Short Message Service (SMS) penipuan.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S. Dewa Broto, mendorong agar masyarakat yang merasa ditipu dan terganggu tidak melaporkan ke pihak Kemenkoimfo melainkan ke aparat yang berwajib.

“Yang jelas penipuan, lapor saja kepada pihak Kepolisan. Biar polisi yang memproses dengan  bekerjsama dengan operator. Ini harus dilaporkan. Kalau dilaporkan ke Kemenkominfo tidak ada gunanya karena kami bukan aparat penegak hukum,” kata Gatot S. Dewa Broto, Minggu (4/11).

Kemenkoimfo mengungkapkan ada beberapa modus penipuan via SMS. Pertama, pengirim SMS sok kenal. Misal yang kerap dijumpai adalah permintaan agar uang segera ditransfer melalui rekening bank yang nomornya sudahnya dicantumkan oleh pelaku.

Kedua, promosi atau menawarkan pelayanan jasa. “Ketiga adalah SMS yang bersifat informasi politik yang tidak  dikehendaki dan terakhir sifatnya hipnotis,” jelas Gatot.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR Roy Suryo meminta Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI)  menyikapi maraknya peredaran penipuan melalui SMS  yang bertujuan kriminal, dengan mengeluarkan sebuah aturan.

Politikus Partai Demokrat itu mengungkapkan modus penipuan via SMS seperti menggiring korban ke ATM. Modus ini marak, bahkan dengan modus lainnya yakni menawarkan BB murah, nomor cantik.

Apalagi saat ini menurutnya, pihak Kepolisian sangat serius untuk menindak lanjuti SMS penipuan,  terlebih saat ini sudah ada peraturan yang melindungi hak-hak konsumen. Peraturan tersebut adalah PP No. 52 Tahun 2000 tentang penyelenggaran berkomunikasi, Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Permen No. 1 Tahun  2009 tentang Penyelenggaraan Jasa Premium dan kiriman sms ke banyak tujuan.

“Polisi sangat serius menindak,” ujarnya . (K-4)