Kemitraan Dorong Kemandirian Masyarakat

 Lainnya

Surabaya, (DOC) – Persoalan kemiskinan di Indonesia menjadi salah satu perhatian khusus Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Terutama permasalahan kemiskinan di perkotaan. Untuk itu, Pemerintah berupaya melakukan pertemuan yang membahas tentang pemberdayaan keluarga dalam pengentasan kemiskinan di daerah perkotaan.

Pertemuan ini dilaksanakan Selasa (27/11/2012), di Hotel Shangri-La. Dihadiri Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Sujana Royat, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini serta Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri, Haryono Suyono. Pertemuan tersebut secara resmi dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Walikota Surabaya menjelaskan program-program pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan. Risma mengatakan bahwa Pemerintah Kota Surabaya telah membangun Pos Daya yang hampir ada di setiap RW di Surabaya. “Pemkot juga telah memberikan pelatihan ketrampilan kepada ibu-ibu rumah tangga. Kurang lebih 3 ribu ibu-ibu yang sudah kita latih,” jelasnya.

Menurut Risma mengatasi kemiskinan di Kota Surabaya jangan berpatokan kepada angka saja. Namun, harus mampu memahami persoalan warga. “Misalnya, di suatu keluarga suaminya sudah tidak bisa bekerja. Maka, kita berikan intervensi kepada istrinya dengan berikan pelatihan. Supaya mereka bisa kembali mandiri,” tuturnya.

Risma menambahkan warga di Surabaya sangat mudah sekali diajak kerjasama. Karena sudah ada keterikatakan untuk membangun bersama-sama Kota Surabaya untuk kesejahteraan warga kota.

“Kita juga merawat anak berkebutuhan khusus. Asalkan keluarganya berkenan utk pemkot rawat. Anak nakal yag tidak mampu kita juga rawat. Sekarang sudah menjadi atlet. Sekarang mereka senang. Dan mereka sangat senang tinggal di asrama. Karena sudah nyaman berada di asrama mereka tidak mau pulang,” ujarnya.

Juga dilakukan pendampingan balita gizi buruk. Bagi keluarga miskin bayi sampai usia balita dibantu makanan bergizi. Program urban farming dibantu bibit dan modal untuk melakukan pertanian perkotaan. Sementara itu, Deputi Menko Kesra Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat mengatakan bahwa upaya mensejahterakan rakyat, Pemerintah telah memfokuskan untuk mendorong program kemitraan.

“Program kemitraan ini kita sebut Gema Mitra. Diharapkan program ini bisa mendorong seluruh pihak baik itu pengusaha maupun pemangku kebijakan bersama-sama mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.

Menurutnya masih ada sekitar 60 juta masyarakat Indonesia yang berada di garis kemiskinan. Tahun 2014 ditergetkan jumlah masyarakat miskin turun sebanyak 40 persen. “Ada 3 faktor indikator keberhasilan program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Yakni melakukan sosialisasi dengan baik, masyarakat dilibatkan langsung sejak awal sampai selesai. Keberlanjutan program ini harus dijadikan satu paket supaya bisa berjalan baik program pro rakyat ini,” pungkasnya.

Kemenkokesra akan meluncurkan program Gerakan Membangun (gerbang) Kampung. Walikota dan Bupati yakni memilih kampung yang kumuh untuk dibangun lebih baik dan sehat. “Dorong kelembagaan masyarakat utk munumbuhkan rasa memiliki,” terangnya. Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan bahwa keluarga merupakan benteng terakhir. Jadi, keluarga memang harus dibangun dengan baik.

Menurut mantan Mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal memang sudah diakui bahwa kemitraan pembangunan di masyarakat diyakini lebih efektif. “Masyarakat diberikan pendampingan dengan memberikan program yang mendorong ke gotong royongan dan kemandirian masyarakat,” tuturnya. (r4)