Kenalkan Kopi Lereng Semuru Lewat Festival Kopi Lumajang

foto : lokasi festival kopi Lumajang

Lumajang,(DOC) – Pemerintah Kabupaten Lumajang gelar acara Ruwatan Massal dan  festival Kopi Lumajang 2017, di Alun-alun Lumajang, Minggu (8/7/2017).

Gebyar Lumajang Sejahtera dan Bermartabat 2017 ini yang di selenggarakan dua hari yakni tanggal 7-8 Oktober 2017. Rangkaian acara selama dua hari ini banyak di minati pengunjung yakni di puncak Nyruput Bareng 1.255 Cangkir Kopi Lereng Semeru (KoLeSem).

Acara tersebut dibuka oleh Bupati Lumajang  Drs. As’at, M.Ag yang ditandai dengan pemukulan gong didampingi Wakil Bupati Lumajang, dr. Buntaran Supriyanto, M.Kes beserta jajaran forum komunikasi pemerintah daerah di Badan Perwakilan Wilayah V Jember di alun-alun Lumajang.

“Festival Kopi itu sebagai upaya mempromosikan segala potensi yang ada di Kabupaten Lumajang di antaranya KoLeSem,” kata Bupati Lumajang As’at dalam sambutanya di alun-alun Lumajang.

Menurutnya, Festival Kopi ini sebagai upaya mempromosikan segala potensi yang ada di Kabupaten Lumajang diantaranya KoLeSem. Dimana sebelumnya Lumajang telah memanen Kopi Lereng Semeru jenis robusta di Dusun Tawon Songo Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe, Kamis (13/7/2017) yang lalu.

Di daerah Pasrujambe sendiri sudah ada sekitar 4000 hektar kopi yang telah di panen dan di proses.

“Terima kasih atas semua pihak yang sudah ikut memikirkan, DPRD yang telah berpartisipasi, Baperwil yang hari ini hadir dan berpartisipasi mengikuti kegiatan festival itu, sehingga Lumajang menjadi sejahtera dan bermartabat melalui kegiatan itu,” kata As’at.

Dalam kegiatan selama dua hari ini ada 1255 cangkir kopi lereng Gunung Semeru yang bisa dinikmati bersama-sama yang semuanya merupakan hasil bumi Lumajang.

Sementara itu, Plt. Sekda Kabupaten Lumajang, Drs. Nurwakit Ali Yusron mengutarakan bahwa kopi yang disuguhkan pada event ini merupakan hasil bumi Lumajang, dirinya juga berharap event seperti ini bisa dijadikan agenda rutin.

“Semoga ini menjadi agenda rutin yang bisa nguri – nguri budaya, semoga kita semakin cinta dan like Lumajang sebagai wujud implementasi Habluminallah dan Habluminannas, kita punya potensi, Kopi Lereng Semeru ini tumbuh di lereng semeru tanpa pestisida betul – betul organik, yang mempunyai aroma dan rasa yang khas, saya mengajak untuk mencintai dan menyukai produk – produk Lumajang dengan Gerakan Chintami (Cinta Hasil Bumi Lumajang),” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Ir. Paiman menambahkan bahwa Festival Kopi 2017 ini kelihatan tambah luar biasa, dikarenakan denah kedai kopi yang telah disediakan oleh panitia jika diamati dari atas membentuk angka 1.255 yang merupakan angka tahun lahirnya Negari Lamadjang.

“Sebuah kolaborasi yang spektakuler hari ini kita bisa menyelenggarakan gebyar lumajang sejahtera dan bermartabat. Melalui event Festival kopi ini nantinya diharapkan ada barista Lumajang yang bersertifikat. 1.255 cangkir kopi pasti kurang, tapi panitia sudah menyediakan tandon – tandon kopi sehingga seluruh masyarakat bisa menikmati,” ujarnya.(mam/r7)