Kepala DPPK Kota Surabaya Diganti

Tidak ada komentar 231 views

Surabaya,(DOC) – Posisi jabatan Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kota Surabaya mengalami pergantian. Begitu juga dengan jabatan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Surabaya yang sempat lowong, kini sudah diisi oleh pejabat baru. Kemarin, mereka dilantik Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT. Pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersebut digelar di loby Balai Kota Surabaya, Kamis (1/8).

Ada lima orang pejabat yang dilantik. Mereka yakni M. Afghani Wardhana yang dilantik sebagai Sekwan DPRD Kota Surabaya menggantikan Hari Sulistyowati. Sebelumnya, Afghani Wardhana menjabat Kepala Bidang Perencanaan dan Perkembangan Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota (Dispendukcapil) Surabaya. Lalu, Ir Joestamadji dilantik sebagai Kepala DPPK menggantikan posisi Suhartoyo yang pensiun per 1 Agustus 2013.

Sementara posisi Joestamadji sebagai Kepala Bidang Pendapatan Pajak Daerah DPPK diisi oleh Evy Damayanti yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Perimbangan Bukan Pajak DPPK. Jabatan yang ditinggalkan Evy diisi oleh Agus Dwinanto yang sebelumnya menjabat staf DPPK. Satu nama lainnya, yakni Hari Joko Susilo yang merupaka staf Dinas Pendidikan (Dispendik), dilantik sebagai Kepala Seksi Pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Paud Dispendik Kota Surabaya.

Dalam sambutannya seusai mengambil sumpah jabatan terhadap lima pejabat yang baru dilantik, Walikota Tri Rismaharini mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan tersebut bukan hanya didengar oleh hadirin yang hadir dalam pelantikan di loby Balai Kota Surabaya. Tetapi juga didengar oleh Yang Maha Mendengar, Allah SWT. Oleh karena itu, walikota mengingatkan agar mereka bekerja dengan sungguh-sungguh. Sebab, pada jabatan mereka tersebut melekat harapan dan masa depan seluruh warga Surabaya.

“Karena itu, bekerjalah yang sungguh-sungguh, tidak usah takut sepanjang yang kita lakukan benar. Tuhan mendampingi kita bila menjalankan amanah dengan baik. Namun, kalau kita bermain-main, Tuhan tidak akan terima. Saya ucapkan selamat dan jagalah amanah yang diberikan ini. Saya percaya Anda bisa melaksanakan sebaik-baiknya. Semoga pelantikan ini bisa mempercepat kesejahteraan bagi warga Surabaya,” tegas walikota.

Walikota Risma menekankan bahwa pelantikan terhadap lima orang pejabat tersebut dilakukan bukan karena faktor suka dan tidak suka (like and dislike), melainkan sesuai dengan kompetensi jabatannya. Walikota lantas mengingatkan bahwa tugas bagi mereka yang dilantik ini terbilang cukup berat.

Kepada tiga pejabat DPPK yang baru dilantik, Walikota Risma mengingatkan bahwa keberlangsungan Kota Surabaya, banyak tergantung dari bagaimana kinerja DPPK. Walikota lantas menganalogikan bagaimana kondisi kota Detroit di Amerika Serikat yang dihantam kebangkrutan.

“Kota yang berada di negara maju saja bisa bangkrut. Itu yang saya baca di majalah The Times. Karena itu, pejabat yang kami lantik ini tugasnya bukan main-main. Tugasnya cukup berat. Keberlangsungan kota tergantung bagaimana pendapatan kota ini,” tegas Walikota Risma.

Sementara terkait pelantikan Sekwan yang baru, walikota perempuan pertama dalam sejarah Pemkot Surabaya ini menjelaskan bahwa posisi Sekwan harus segera diisi karena banyak sekali program di DPRD Kota Surabaya yang harus dilaksanakan sesuai jadwal dan ditepati bersama antara Pemkot Surabaya dengan DPRD Surabaya.

Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan, tiga Asisten Sekkota Surabaya, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Surabaya, Yayuk Eko Agustin dan semua jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta Ketua DPRD Kota Surabaya, Mochamad Machmud. Seusai pelantikan, walikota dan segenap hadirin yang hadir, bergantian memberikan ucapan selamat kepada mereka yang dilantik.

Ketua DPRD Surabaya, Mochamad Machmud berharap, Sekwan yang baru dilantik bisa bekerja secara profesional. Menurutnya, Sekwan yang baru harus loyal kepada peraturan PNS dan loyal kepada rambu-rambu yang ada.

“Bukan loyal kepada perorangan atau Parpol tertentu. Karena Sekwan itu bukan asisten pribadi (Sespri) tetapi melayani seluruh anggota dan bukan satu dua anggota sehingga bisa diterima semua kalangan di DPRD,” tegas Machmud.

Terkait kapabilitas Afghani Wardhana, Machmud meyakini bahwa pejabat kelahiran 5 Mei 1964 ini bisa melaksanakan tugas sebagai Sekwan dengan baik. “Figur pak Ghani yang selma ini saya tahu, saya kira mampu untu melaksanakan tugas di dewan,” sambung dia.

Sementara Afghani yang ditemui seusai pelantikan, mengaku belum bisa banyak berkomentar. Dia menyebut butuh waktu. “Yang jelas, kami akan berusaha agar bisa lebih baik dari sebelumnya,” ujar Afghani.(r7)