Kepastian Penggantian Wakil Walikota Surabaya Tunggu SK Mendagri

Surabaya (DOC)- Setelah jabatan Wakil Walikota Surabaya ditinggalkan Bambang DH, hingga kini belum ada kejelasan siapa yang akan menggantikannnya setelah ia mundur karena dicalonkan sebagai cagub dalam pilgub Jatim. Anggota Badan Musyawarah DPRD Surabaya M Mahmud, Senin (3/6/2013) mengatakan, pergantian Bambang DH belum bisa dilakukan, karena SK Mendagri tentang pemberhentian yang bersangkutan belum turun. Proses penggantian Bambang DH menurut calon ketua DPRD ini, selain menunggu SK pemberhentian, juga harus ada pengusulan dua calon wakil walikota dari DPP PDIP.

“Belum tahu kapan, Karena SK (Pemberhentian) dari Mendagri belum turun. Dan nanti juga harus ada rekom dari DPP PDIP” ujar Ketua Komisi B

Mahmud menambahkan, setelah DPP PDIP telah menetapkan dua kandidat. Usulan disampaikan ke Pemerintah kota Surabaya, kemudian dilanjutkan ke DPRD. Mekanisme penggantian, dewan akan membentuk pansus pergantian wakil walikota untuk proses penggantian tersebut. Namun sebelumnya, pansus membentuk panitia pemilihan Wakil Walikota . Panitia pemilihan menurut anggota Fraksi Partai demokrat ini terdiri dari perwakilan beberapa fraksi.

Jumlah panitia pemilihan wakil walikota tergantung kesepakatan dalam pansus. Tugas panitia pemilihan adalah membuat tata tertib pemilihan, diantaranya proses pemiliahan wakil walikota oleh anggota dewan apakah dilakukan secara tertutup atau terbuka, dari dua calon yang diusulkan apakah bsia salah satunya mendadak mengundurkan ditri atau tidak datang saat pemilihan.
“Panitia Pemilihan nanti yang menjadwal” tegasnya

Dalam proses pemilihan nantinya, ketua DPRD hanya bertugas menjalankan ketentuan yang telah dihasilkan oleh poanitia pemilihan, tidak bisa mengintervensi terhadap mekanisme yang ditetapkan.
“Ketua DPRD hanya menjalankan tata tertib hasil panitia pemilihan” katanya.

Menurutnya, pihaknya tidak mempermasalahkan siapa calon yang diajukn oleh DPP PDIP. Selama ini dalihnya, hubungan Fraksi Partai demokrat dengan FPDIP harmonis.

“(Fraksi) Demokrat gak ada masalah dengan PDIP. Selama ini kerjasama dengan baik” kata Mantan Wartawan ini.

Sebelumnya dikabarkan pergantian Wakil Walikota Surabaya akan diganjal oleh Fraksi Partai Demokrat. Langkah tersebut sebagai aksi balas dendam fraksi Partai demokrat, karena sebelumnya Wakil Ketua DPRD Wisnu Sakti Buana dari FPDIP dianggap ikut mempersulit penggantian Ketua DPRD dari Wisnu Wardhana ke M. Mahmud.

Di sisi lain, untuk kandidat yang akan mengisi jabatan Wakil Walikota yang diusulkan oleh DPC PDIP Surabaya adalah Wakil Ketua DPRD Surabaya Wisnu Sakti Buana dan mantan anggota DPRD Surabaya Periode 2004 – 2009 Taru sasmito. Namun hingga kini dari dua nama yang diajukan tersebut belum mendapat rekomendasi dari DPP PDIP. (K-4)