Kerjasama E-Audit Keuangan Pemkot Dan BPK

Tidak ada komentar 195 views

Surabaya,(DOC) – Audit laporan keuangan di Pemkot Surabaya mulai beralih meninggalkan sistem manual. Kini pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lebih praktis, cepat dan lancar dengan memanfaatkan e-Audit.
Penandatanganan kerjasama e-Audit antara BPK dan Pemkot Surabaya dilakukan di kantor BPK RI Perwakilan Propinsi Jawa Timur, Jl. Raya Juanda, Senin (4/3). Naskah petunjuk teknis e-Audit diteken oleh Kepala BPK Propinsi Jawa Timur Muzzakir dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Turut hadir sejumlah pejabat pemkot antara lain, Kepala Inspektorat Imam Sugondo, Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Suhartojo, Kabag Hukum Maria Theresia, Kabag Humas Nanis Chairani, dan Plt. Kabag Bina Program Eri Cahyadi.
Petunjuk teknis yang ditandatangani tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU pada Mei 2011 lalu. Muzzakir mengatakan, waktu penyelesaian laporan keuangan kini dibatasi oleh undang-undang, yakni dua bulan setelah diterima. Dengan rincian pelaksanaan di lapangan satu bulan dan proses penyelesaian pemeriksaan satu bulan.
e-Audit, yang merupakan inisiatif dari BPK, menurut Muzzakir bisa menjadi solusi agar pemeriksaan keuangan bisa lebih cepat dan mendalam. “Program yang akan diterapkan secara menyeluruh se-Indonesia ini bisa jadi jawaban dalam proses pemeriksaan keuangan,” ungkapnya.
Sementara Plt. Kabag Bina Program Eri Cahyadi menyebut, e-Audit jelas memberi kemudahan dibandingkan sistem manual yang sebelumnya diterapkan. Ia menjelaskan, perbedaan yang paling mendasar, kalau dulu yang akan diperiksa mendapat undangan pemanggilan dan membawa dokumen-dokumen keuangan datang langsung ke BPK.
Melalui e-Audit, kata Eri, hal itu tidak perlu dilakukan. Cukup memasukkan data laporan secara online maka berkas tersebut sudah bisa diperiksa oleh BPK. Proses ini sangat menguntungkan dari segi waktu dan kepraktisan. Dalam sistem manual, awal proses pemeriksaan sama dengan awal dari semuanya. Namun, jika menggunakan e-Audit, ketika melakukan pemeriksaan lapangan, auditor sudah mengantongi bekal-bekal berkas pemeriksaan yang didapat secara online sebelumnya. “Sehingga proses diperkirakan bisa lebih cepat,” ujarnya.(R7)