Kerjasama Perdagangan Dengan Tianjin, Dilirik Jatim

Tidak ada komentar 134 views

Surabaya, (DOC) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong adanya kerjasama perdagangan dengan Provinsi Tianjin Tiongkok. Sebab, dengan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang sangat pesat bisa membawa Indonesia ke panggung ekonomi dunia.
Hal ini disampaikan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jatim, Hadi Prasetyo saat mengadakan temu bisnis dengan kalangan pengusaha asal Provinsi Tianjin Tiongkok dan pengusaha Jawa Timur di Surabaya, Selasa (22/4).
Hadi Prasetyo mengatakan, Jatim berkomitmen meningkatkan hubungan ekonomi dengan Tianjin agar bisa bergabung dengan market yang lebih besar. “Harus berpikir global. Perspektifnya, pasar tidak hanya di Jawa Timur saja,” kata Hadi Prasetyo.
Ia menambahkan Jatim sudah siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun depan. Bahkan di dalam negeri sendiri, Jatim sudah mampu melampaui ibukota DKI Jakarta. Ia berharap nantinya Tianjin bisa berinvestasi di Jatim.
Dengan keandalan teknologi yang dimiliki Tianjin saat ini diharapkan akan ada transfer teknologi antara Tianjin dan Jatim. “Tianjin sudah andal di bidang teknologi. Sementara kita kaya sumber daya manusia. Ini bisa dikonsolidasikan,” kata Hadi.
Salah satu jenis usaha yang menurutnya bisa diandalkan adalah makanan diantaranya makanan beku dan keripik yang diproduksi oleh UMKM di Jatim. Nantinya proses pengepakan akan distandarkan dan diberi bahasa asing agar bisa diterima di pasar luar negeri. “Dari sisi bahan akan dibenahi, kita standarkan packingnya dan buka pasar penjualannya,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara perusahaan di Jatim, yakni PT Anugerah Sukses Mining (anak usaha PT Harum Resource) dengan Tianjin Jinshengda Industrial Co. Ltd, dalam hal pengolahan dan pembelian pemurnian nikel.
Sementara itu, Deputi Direktur Komisi Perdagangan Provinsi Tianjin, Li Shengli menjelaskan rombongan pengusaha yang ikut berasal dari berbagai sektor industri, seperti pariwisata, infrastruktur energi, agrikultur, pertambangan, transportasi, dan teknologi perikanan. “Di Tianjin, terdapat sekitar 49 jenis industri yang bergerak di berbagai sektor usaha dan sebagian besar dari mereka hadir di Surabaya untuk bertemu dengan pengusaha dan pemerintah daerah di Jatim,” katanya.
Menurut Li Shengli, hubungan kerjasama Indonesia dengan Tiongkok telah berlangsung sejak lama dan di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan perdagangan. Nilai kerjasama ekonomi Indonesia ke Tianjin mencapai 500 juta dolar AS pada 2013, sedangkan dari Tianjin ke Indonesia sekitar 400 juta dolar AS yang terdiri dari berbagai proyek. Ia mengatakan Indonesia khususnya Provinsi Jatim merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi ekonomi cukup besar untuk diajak kerjasama bisnis di sejumlah sektor. (r4)