Ketua Dewan Keluhkan Etos Kerja Anggotanya

Tidak ada komentar 180 views

Surabaya,(DOC) – Ketua DPRD Surabaya Moch Machmud mengeluh. Upayanya menertibkan kinerja serta jadwal kedewanan bertepuk sebelah tangan.

Jam kerja kantor yang dimulai pukul 09.00, dan aleg harus datang maksimal 15 menit sebelum pukul 09.00 WIB tak direspon.

Celakanya, disaat jam kerja serba tak jelas, kegiatan sejumlah komisi banyak yang ngadat. Banyaknya aleg absen pasca kunjungan kerja (kunker) menambah panjang daftar masalah. Padahal posisinya sudah di Surabaya.

“Kalau kunker bisa saya atur lalu lintasnya. Bisa saya kendalikan intensitasnya karena saya yang menandatangani surat kunker,” kata Moch Machmud, Jumat(6/9/2013).

Mantan wartawan ini mengaku tak bisa berbuat apa-apa disaat kegiatan kedewanan di komisi pasif. Ketidakaktifan sejumlah aleg di komisi menjadi salah satu dasar.

“Wartawan tahu sendiri siapa saja anggota dewan yang jarang ngantor, siapa saja yang ngantor tapi pasif,” sambungnya.

Machmud mengaku sudah mencatat nama-nama anggotanya yang jarang ngantor. Wakil Ketua Komisi D Eddie Budi Prabowo adalah salah satu aleg yang jarang muncul.

Sumber lain di DPRD menyebutkan Eddi Embun, sapaan akrab Eddie Budi, sering berada di dapilnya di wilayah Jatim bagian timur. Ini karena Eddie adalah caleg Partai Golkar untuk DPR RI.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Fatkhur Rohman, anggota Komisi D yang juga jarang ngantor. Hal Ini karena kesibukannya di DPW PKS Jatim.

Machmud membenarkan soal minimnya keaktifan Eddie Embun maupun Fatkhur Rohman. “Anggota dari sejumlah komisi juga banyak yang sering tidak ngantor. Yang cewek-cewek terutama,” keluh Machmud yang juga ketua pengko IPSI Surabaya ini.

Ia melanjutkan, anggota komisi B Ivy Juana (caleg DPRD Surabaya dari Partai demokrat, dapil III) adalah salah seorang aleg perempuan yang kerapkali jarang ngantor. Hal yang sama dilakukan anggota komisi A Luthfiyah.

Machmud minta Badan Kehormatan (BK) bisa menyikapi masalah ini. Minimal memanggil anggota dan mengingatkan secara lisan. Harapannya, setelah pemanggilan, kinerjanya bisa lebih baik.

Pantauan kemarin menunjukan, hanya ada dua anggota dewan yang aktif ngantor pascakunker. Mereka, anggota Komisi C Herlina Harsono Njoto, dan Wakil Ketua Komisi C Simon Lekatompessy.

Hal senada juga diungkapkan oleh Simon Lekatompessy yang membenarkan lemahnya aktifitas kedewanan.

“Kegiatan rapat-rapat di DPRD ini berkurang karena kita kerjakan KUA PPAS. Kalau hearing-hearing terkait kepentingan masyarakat berkurang ya wajar. Penyelesaian masalah panlih wawali saja terlambat,” kata Simon.

Ketua Fraksi PDS ini minta ketua DPRD Moch Machmud bisa bersikap tegas. “Selama ini Machmud banyak pertimbangan karena dalam rangka rekonsiliasi anggota di dewan,” pungkasnya.(r7)