Ketua Dewan Salahkan Kerja Panlih Kurang Pro Aktif

Surabaya,(DOC) – Tengara adanya campur tangan Ketua DPRD Surabaya M. Mahmud untuk mengolor proses Pemilihan Wakil Walikota Surabaya semakin mulai terlihat. Terbukti dengan lambatnya penyerahan berkas dua nama calon Wakil Walikota (Wawali) yang baru disetorkan oleh M. Macmud kepada panitia pemilihan pada hari ini, Jumat(27/9/2013).
Alasan Mahmud, molornya penyerahan berkas tersebut, lantaran panitia pemilihan wawali tidak pro aktif. “Saya menilai panlih itu lambat. Masak pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam satu hari menunggu sampai empat hari seperti ini,” kata M. Machmud.
Machmud menjelaskan, pasca diserahkannya berkas oleh ke dua calon wakil walikota asal PDIP, Selasa (24/9/2013)lalu, dirinya langsung menandatangi Sekertaris Dewan untuk mengecek berkas tersebut. Harapannya, Panlih agar bisa langsung mengambil dan memproses pemilihan. “Sebenarnya untuk pengambilan berkas, tidak usah diikuti anggota panlih yang lain. Karena ketua panlih sudah cukup untuk mewakili. Tapi tidak tahu kenapa kok baru diminta sekarang,” ujarnya.
Ia menilai, kerja Panlih terlalu hati hati dan kurang pro aktif sehingga proses pemilihan terkesan lambat. Hal ini juga terlihat saat ditemukan kekurangan berkas dalam verifikasi, yang tidak langsung dikroscek ke calon wawali yang bersangkutan.
“Keterlibatan saya dalam verifikasi saya kira tidak perlu. Karena begitu menemukan ada yang kurang atau salah saya sarankan Panlih langsung menghubungi para calon biar cepat,” Jelasnya.
Lebih jauh, mantan wartawan ini juga meminta agar panlih tidak melibatkan Komisi pemilihan umum (KPU) saat menggelar verifikasi berkas. Menurutnya, rencana mengundang KPU hanya akan memperlambat kinerja panitia pemilihan.
“Kalau calonya yang meminta tidak masalah. Tapi panlih yang mengundang untuk apa kok pakai melibatkan KPU segala,” tandasnya.
Terpisah, Ketua Panlih Wakil Walikota Eddie Budi Prabowo membantah tudingan yang disampikan Ketua DPRD Surabaya. Menurutnya, baru hari ini dirinya beserta anggota panitia pemilihan yang lain menerima undangan.
“Kami baru menerima undangan hari ini. jadi tidak benar jika ada yang mengatakan kita tidak pro aktif,” bantah Eddie Embun, sapaan akrab Ketua Panlih Wawali
Ia juga menjelaskan soal wacana mengundang KPU untuk konsultasi, Menurut Eddie rencana tersebut hanya memastikan benar tidaknya persyaratan yang telah dikirimkan para calon. Karena pemilihan Wakil Walikota kali ini sangat berbeda yaitu diselenggarakan di tengah masa jabatan.
“Kita ngundang KPU karena ingin memastikan soal persyaratan bagi para calon. Apakah sama syarat bagi calon yang maju mulai awal dengan calon yang akan maju di tengah jalan seperti ini,” jelasnya.
Politisi asal Golkar ini juga menegaskan, setelah proses penyerahan berkas dari Ketua DPRD kepada Panlih, tahapan berikutnya adalah memverifikasi berkas, yang rencananya digelar pada Senin (30/9/2013) mendatang. Apabila berkas yang dikirimkan lengkap dan tidak perlu ada tambahan, maka hari berikutnya adalah melaporkan ke Badan Musyawarah untuk penjadwalan pemilihan Walikota dalam sidang paripurna istimewa.
“Kalau semuanya lancar, ya pada bulan Oktober sudah bisa dilakukan pemilihan. Itu jika tidak ada hambatan. Makanya, untuk pemilihan kita tidak bisa menjadwalkan pemilihan secara pasti,” tukas Wakil Ketua Komisi D itu.
Secara terpisah, Whisnu Sakti Buana salah satu kandidat Wawali berharap, agar anggota dewan bersikap realistis. Panlih bekerja mengutamakan kepentingan masyarakat yang lebih besar. Bila perlu proses pemilihan Wakil Walikota diselesaikan terlebih dahulu, sebelum jadwal kunjungan kerja.
“Kalau untuk kunjungan kerjanya tidak mungkin ditunda. Sebab jadwalnya sudah dibuat jauh hari. apalagi, kunjungan kerja nanti ke luar negeri yang tidak langsung juga membawah nama baik Indonesia,” ujar Whisnu Sakti.(k1/r7)