Ketua DPC Demokrat Surabaya Dilengserkan

Tidak ada komentar 239 views

Surabaya, (DOC) – Karir politik Dadik Risdaryanto semakin suram. Ketua DPC Parta Demokrat (PD) Surabaya ini tidak lama lagi akan lengser. Beredar kabar surat keputusan (SK) pencopotannya dari kursi ketua DPC sudah selesai ditanda tangani. DPP Partai Demokrat telah memutuskan pekan ini turun.
Informasi ini dibenarkan oleh Ketua DPAC Partai Demokrat Sawahan Endi Purwanto. Dia menegaskan, DPP Partai Demokrat telah menunjuk Hartoyo sebagai pelaksana tugas (Plt) sampai pemilihan ketua pengganti diselenggarakan dalam musyawarah cabang luar biasa (muscalub).
Pemilihan Hartoyo sebagai Plt berdasarkan usulan dari semua DPAC Surabaya. “Pak Dadik sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sebagai ketua DPC tidak bisa mengambil kebijakan partai,” ujarnya, Selasa (26/8).
Endi menjelaskan, puncak kemelut kepengurusan Dadik terjadi pada saat penentuan ketua fraksi Partai Demokrat di DPRD Surabaya. Sesuai dengan permintaan DPD PD Jatim, DPC PD Surabaya diminta mengusulkan tiga nama. Sayanganya, permintaan itu tidak diikuti, Dadik hanya mengirim satu nama.
“Praktis ditolak oleh DPD karena yang dikirim cuma satu nama, padahal diminta ngirim tiga nama untuk dipertimbangkan,” tambahnya.
Permintaan tiga nama itu didedlen sebelum 23 Agusutus. Hingga melewati batas waktu yang ditentukan, Dadik tetap mengirim satu nama. Tentu saja, keputusan Dadik mengirim satu nama itu sangat disayangkan.
“Keputusan penentuan Dini Rijanti sebagai ketua fraksi itu sepihak, kantor DPC saja tidak punya, rapat-rapat dilakukan gelap, pindah-pindah dari hotel ini ke hotel itu,” jelasnya.
Sesuai dengan informasi yang beredar di lingkungan DPRD Surabaya, Dini Rijanti terpilih sebagai ketua fraksi didampingi oleh Junaidi sebagai sekretaris. Namun, penunjukan Dini sangat disayangkan oleh Endi. Pasalnya, Dini tergolong orang baru di Partai Demokrat.
“Dini itu mau nyaleg di dewan Jatim, cuma ditolak oleh ketua DPD Jatim Pakde Karwo (Soekarwo) dan akhirnya diterima di Surabaya,” tukasnya.
Salah satu pengurus DPC Partai Demokrat Dedi Prasetyo mengaku mendengar informasi turunnya SK Plt itu. Dari kabar yang diterimanya, satu atau dua hari ke depan, SK tersebut telah diterima oleh DPC.
“Ini sangat menyedihkan sebenarnya, tapi kalau tidak ada Plt tidak akan ada agenda kepartaian,” jelasnya.
Mantan anggota DPRD Surabaya ini menjelaskan, selain tidak memiliki kantor, DPC Partai Demokrat dibawah kendali Dadik tidak mempunyai agenda kepartaian. Rapat partai tidak pernah terselenggara. Dan yang lebih ironis, perolehan kursi Partai Demokrati di DPRD Surabaya turun drastis pada pemilihan legislatif (pileg) lalu, dari 16 kursi menjadi 6 kursi.
“Jadi kami mendesak kepada DPP agar SK itu segera turun, supaya ada agenda kepartaian,” tandasnya. (ist/r4)