Ketua Fraksi PDS Janji Ungkap Kebobrokan Panlih Wawali

Surabaya,(DOC) – Sikap anti terhadap pengangkatan Wisnu Sakti Buana (WS) menjadi Wawalikota Surabaya yang ditunjukkan oleh sejumlah anggota Panitia Pemilihan(Panlih) Wawali dan 4 Ketua Fraksi di DPRD Surabaya, ternyata mempunyai motiv politik.
Simon Lekatompessy Ketua Fraksi PDS DPRD Surabaya berjanji akan membongkar motiv politik dibalik boikot pemilihan Wawali lengkap dengan posisi jabatan yang di incar.
“Semua yang dipersoalkan oleh tim panlih dan semua pendukungnya itu sebenarnya adalah rentetan soal bergaining position di DPRD Surabaya, karena masih sakit hati maka di tumpahkan pada persolan Wawalikota, ini kan tidak fair,” ungkap Simon yang kini masih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Senin(3/2/2014).

Ia juga menyatakan, Panlih dan 4 pimpinan Fraksi di DPRD Surabaya tidak akan bisa mengelak jika mengetahui fakta kongkrit dan bagaimana kronologis kejadiannya.
“Saya prihatin atas polemic yang seharusnya tidak layak dipersoalkan, maka saya akan buka kronologis yang sebenarnya mulai pembentukan panlih hingga pelantikan WS sebagai wawalikota dengan seluruh data kongkritnya, agar semua tahu dan tidak bingung oleh isu yang diciptakan oleh Edi Embun(Ketua Panlih,red) beserta rekannya,” tandasnya.

Mengenai kasus pemalsuan tanda tangan, Simon menegaskan, bahwa hal itu mustahil terjadi. Mengingat Edi Embun Ketua Panlih saat itu hadir dalam rapat Badan Musyawarah(Banmus).
“Soal rumor pemalsuan tanda tangan itu juga tidak benar dan tidak mungkin terjadi, lha wong Edi Embun(red) juga hadir dalam rapat Banmus,”tegasnya.
Ia juga menyayangkan atas sikap Walikota Surabaya yang tidak bisa menempatkan dirinya sebagai pejabat politis yang tengah mengemban amanah dari rakyat Surabaya.
“Saya sangat menyayangkan statement Walikota yang terkesan hanya mendengar satu pihak yakni Edi Embun dan kawan-kawan, mestinya Risma bisa jadi seorang ibu, terus memanggil keduanya untuk sama-sama didengar penjelasannya,”harapnya.
Ketidak hadiran Walikota Surabaya dalam sidang paripurna istimewa pelantikan WS sebagai Wawalikota Surabaya, menurut Simon, merupakan sikap ketidak-arifan walikota dalam menyikapi suhu politik yang tengah terjadi di kota yang dipimpinnya. Apalagi alasannya classic, hanya karena sakit.

“Alasan sakit yang dikemukan itu menurut saya juga sangat tidak masuk akal, karena saya juga mendengar kalau Walikota dengan sejumlah orang telah melakukan road show ke Kementrian Dalam Negeri(Kemendagri),” jelasnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya Bleggur Prijanggono membantah adanya bergaining potision dalam proses pemilihan Wawalikota SUrabaya.
“Kita semua bersikap seperti ini, karena ingin meluruskan proses pemilihan Wawali yang dianggap kurang prosedural. Jangan sampai kita meninggalkan masalah hukum dikemudian hari. Tidak ada motivi politik dibalik ini semua,”tegasnya, saat konfrensi pers di rumah makan Nur Pacific Gubeng Surabaya, Kamis(30/1/2014) lalu.(sp/r7)