Ketua Panlih : Keruwetan PilWawali Adalah Skenario Ketua Dewan

Surabaya,(DOC) – Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Eddie Budi Prabowo, menengarai Ketua DPRD Surabaya M. Mahmud menjadi “dalang” atas ketidak jelasan pemilihan Wakil Walikota (Wawali), Jumat,(8/11/2013) Minggu lalu.
“Bagi saya, setelah pemilihan untuk masalah ini menjadi ranah dari fraksi, bukan pada panlih lagi,” tegas Eddie Budi Prabowo, Senin (11/11/2013).

Eddie membeberkan, bila dilihat ke belakang, kebuntuan proses pemilihan Wakil Walikota kala itu merupakan kehendak dari Ketua DPRD Surabaya, Mochammad Machmud.
Sebab ketua dewan adalah kunci, karena paling sering menjalin komunikasi dengan panitia pemilihan.
Bahkan dalam beberapa kali pertemuan antara panlih dengan Ketua DPRD, menurut Eddie, Ketua Dewan selalu mengatakan pemilihan bakal digelar tanggal 20 Nopember atau setelah pengesahan APBD Surabaya. “Itu artinya jadwal yang telah ditetapkan panitia pemilihan pada tanggal 15 masih jauh lebih cepat,” ungkapnya
.
Entah kenapa dan ada apa, tiba-tiba secara mendadak, Eddie menambahkan, saat dirinya tengah memimpin rapat panitia pemilihan, laporan ke badan musyawarah (banmus) berubah tanggal 6 November 2013. “Seperti yang saya katakan sebelumnya, prinsip panlih lebih cepat lebih baik. Dan Banmus yang memutuskan tanggal 6 Nopember,” tandasnya.

Lebih parah lagi, Pengurus Panlih baru mendapat surat pemberitahuan, soal pemilihan tanggal 6, baru pada 4 Nopember tengah malam. “Masalah dibutuhkan tidaknya Panlih, tanyakan langsung saja ke Ketua DPRD Surabaya,” pintanya.

Sementara itu, salah satu anggota dewan yang ikut tidak hadir dalam pemilihan Wakil Walikota, Blegur Prijanggono secara tegas membantah telah terjadi perpecahan dalam kelompok anggota dewan yang kemarin tidak hadir. Menurutnya, selama ini kelompok 16 tetap kompak dan konsisten terhadap perjuangan.
“Pembasahan RAPBD tidak ada hubunganya dengan pemilihan Wawali. Untuk saat ini, kita tidak mau membahas masalah itu dulu, karena kita hars fokus ke pembahasan APBD,” tegas Blegur.
Sebelumnya, rencana sejumlah anggota DPRD Surabaya, melakukan gugatan terhadap hasil pemilihan wakil walikota (Wawali) yang dilangsungkan pada Jumat (8/11/2013) sepertinya tidak akan terlaksana dalam waktu dekat. Salah satunya seperti disampaikan Eddy Rusianto.
“Untuk rencana menggugat kita tunda dulu. Kita menunggu proses alamiah dulu yang nanti akan terjadi,” ujar Eddy Rusianto, Minggu (10/11/2013).
Eddy menyatakan, meski Whisnu Sakti Buana (WS) secara aklamasi terpilih sebagai Wawali, bukan berarti langkah yang bersangkutan akan berjalan mulus. Sebab, bisa jadi melihat proses pemilihan yang tidak prosedur kementerian dalam negeri (kemendagri) kemudian enggan menerbitkan SK.
“Untuk saat ini, kita lihat saja perkembanganya nanti seperti apa?,” tegasnya saat itu.(k1/r7)