Ketua PBNU Kecewa Grasi SBY

Tidak ada komentar 220 views

Semarang (DOC) – Ketum PBNU Said Aqil Siradj mengaku sangat kecewa dengan langkah Presiden Ri yang memberi grasi kepada gembong narkoba internasional. Tentu saja hal itu menciderai upaya pemberantasan narkoba oleh Bangsa Indonesia ini.

“Walau presiden memiliki hak prerogratif, tapi tak sepantasnya memberi grasi kepada gembong narkoba internasional. Ini sangat mengecewakan,” tegas Said Aqil Siradj.
Padahal, untuk penindakan terhadap aktivitas narkoba itu haruslah keras. Karena itu, Said Aqil sangat mengharapkan presiden menolak rekomendasi dari MA untuk memberikan grasi tersebut.
Jika kejahatan itu masuk kategori merusak kemanusiaan dan kehidupan, hukuman mati memang tak disalahkan. Tapi kenapa harus ada belas kasihan terhadap kejahatan seperti itu.
Informasinya, gembong narkoba internasional, Deni Setia Maharwa alias Rapi Mohammed Majid lolos dari vonis hukuman mati berkat grasi Presiden SBY. Kini hukumannya diganti penjara seumur hidup.
Deni mencoba menyelundupkan narkoba ke London pada 12 Januari 2000 sesaat sebelum berangkat dengan pesawat Cathay Pacific lewat Bandara Soekarno-Hatta. Pada 22 Agustus 2000, Pengadilan Negeri (PN) Tangerang menghukum Deni dengan hukuman mati. Putusan ini dikuatkan hingga putusan kasasi MA yang dijatuhkan pada 18 April 2001. (bdc/R-4)