Khawatir Gratifikasi, Walikota Surabaya Laporkan Cinderamata Ke KPK

Surabaya,(DOC) – Walikota Surabaya Tri Rismaharini melaporkan semua pemberian yang diberikan oleh instansi atau lembaga ke dirinya kepada Komisi pemberantasan Korupsi (KPK). Pemberian itu diterima saat ia melakukan kunjungan dinas ke daerah lain , atau para tamu dari dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Balai Kota. Sekitar 100 jenis barang, berupa cinderamata maupun souvenir yang telah diterima saat ini disimpan di Kantor Pemkot Surabaya.
“Ada yang saya taruh di sini (kantor), di rumah sakit Dr. soewandi dan gedung belakang untuk hiasan” ungkapnya. Rabu (1/5)
Risma mengatakan, seluruh pemberian tersebut telah di data. Selama dua bulan sekali, melalui email Bagian Umum mengirim data barang yang diterima dari hasil pemberian ke KPK.
“Setelah di foto, dicatat kemudian kira-kira harganya berapa dikirim ke KPK” lanjutnya.
Beragam cenderamata maupun souvenir tersebut diterima sejak ia menjabat Walikota Surabaya, sekitar 3 tahun lalu. Pelaporan tersebut disampaikan ke KPK, selain dirinya tidak begitu tertarik dengan pemberian itu, ia juga tidak menginginkan nantinya ada masalah. Apalagi KPK pernah memberikan penjelasan kepada dirinya soal gratifikasi.
“Aku gak mau dari pada punya beban, lebih baik gak mikir itu” terangnya kepada para wartawan di ruang kerjanya.
Beberapa barang cinderamata yang diterima Walikota diantarannya, Jam, Tongkat, Balpoin ber-merk, kotak perhiasan serta kain.
“Ada banyak, kain songket, balpoin, yang paling besar ya mesin jahhit” papar Mantan Kepala Bappeko.
Dari sejumlah barang yang menjadi koleksi tersebut, Risma mengaku menyukai jam meja.
“Ini yang paling saya sukai, bentuknya artistic” katanya sembari menunjuk jam yang terletak di atas lemari.
Walikota belum mempunyai rencana pasti akan dikemanakan sejumlah barang pemberian tersebut. Ia mengaku akan bertanya dulu ke KPK, jika akan menghibahkan barang tersebut ke pihak lain. (K-4)