Khofifah – Bambang Duet , Pakde Tak Gentar

Tidak ada komentar 210 views

Surabaya, (DOC) – Taruna Merah Putih, salah satu ormas PDIP mendorong agar PDIP Jatim mengusung Ketua Umum PP Muslimat Khofifah Indar Parawansa berpasangan dengan Wawali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono (BDH) untuk maju pada bursa Pilggub Jatim 2013. Desakan ini dilakukan PDIP untuk melawan kekuatan pasangan incumbent Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) yang hampir dipastikan akan kembali berpasangan.
Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih Maruarar Sirait menegaskan survei Bambang DH dalam Pilgub 2013 cukup bagus. Karena itu, ia meminta kepada Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji untuk sportif. Tapi kalau survei Khofifah Indar Parawansa yang bagus, Sirmadji dan Bambang DH juga harus sportif.
“Saya harus jujur katakan, Sirmadji salah satu ketua DPD yang dihormati Bu Megawati. PDIP di Jatim di bawah pimpinan beliau mantab,”ujar Mauarar Sirait.
Maruarar Sirait yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga, menegaskan dukungan tehadap calon kepala daerah harus konkrit. Apalagi, jika dalam survei calon yang didukung benar-benar mewakili aspirasi rakyat.
Sementara Khofifah menyampaikan dirinya akan maju, menunggu panggung politik Pilgub di Jatim tidak lagi becek, seperti Pilgub 2008 lalu. Namun begitu, dirinya mengaku tetap turun ke sejumlah daerah di Jatim untuk melihat konsentrasi dukungan warga Jatim terhadap dirinya. “Saya tetap turun, dan berharap agar Pilgub Jatim kedepan berjalan secara fair. Jangan sampai becek seperti Pilgub lalu,” tandas Khofifah.
Bambang DH menegaskan selama diperintah partai (PDIP), dirinya akan maju secara total. Termasuk adanya wacana, dirinya digandengkan dengan Khofifah Indar Parawangsa. “Saya akan siap, termasuk menghadapi kecurangan pada Pilgub nanti. Selama ada perintah partai,” tegasnya.
Ketua DPD PDIP Jatim, Sirmadji mengaku siap mengusung pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Bambang DH di bursa Pilgub Jatim. Namun dengan syarat, jika DPP setuju terhadap dua pasangan calon tersebut. “Kalau DPP setuju, mengapa tidak mungkin. Kami di DPD siap melaksanakan perintah pusat,” ujar Sirmadji.
Hanya saja, pihaknya belum berani memastikan apakah pasangan tersebut mendapat rekomendasi DPP, khususnya Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Ini karena di partainya berlaku sistem pendaftaran pasangan calon gubernur maupun calon wakil gubernur yang akan dibuka mulai, Sabtu (10/11) hingga dua pekan berikutnya. “Teknisnya, kalau sampai batas akhir pendaftaran pasangan kurang dari 4 calon maka diperpanjang masa pendaftaran selama sepekan. Setelah itu nama dikirim ke DPP dan dilakukan pembahasan di sana. Kami hanya menunggu hasilnya dan siap memenangkan,” kata dia.

Tak Gusar
Sementara Gubernur Soekarwo yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim tidak gusar. Bahkan ia menyambut baik niat DPP PDIP yang ancang-ancang mengusung Khofifah Indar Parawansa-Bambang DH.
“ Itu malah bagus, banyak yang mencalonkan,” kata Pakde Karwo.
Ia mengatakan, Pilgub 2013 nanti memberikan peluang bagi siapa pun untuk maju sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Itu menunjukkan kalau demokrasi di Jatim ini telah berjalan baik. Demokrasi, lanjut Pakde Karwo, memberikan peluang untuk mengaktualisasikan diri bagi siapa pun.
Semakin banyak calon yang akan maju, lanjut Pakde Karwo, berarti makin baik karena akan makin memberikan harapan bagi rakyat Jatim. “Ya ini justru harus disyukuri, karena dengan demikian semakin memberikan banyak peluang,” tutur dia.
Ketika didesak, apakah cemas bila Khofifah benar-benar diusung PDIP? “Nggak lah. Sikap saya kan sudah jelas, saya ingin calon wakil saya nanti dari NU, baik struktural maupun kultural” tegas dia.
Bukankah Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji merupakan kader NU? “Ya, PDIP itu kan mewakili nasionalis, saya kan orang nasionalis. Jadi, wakil saya nanti ya dari NU,” tutur dia tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Disinggung soal gerakan Ketua DPD Partai Golkar Jatim Martono untuk menduetkan Soekarwo dengan Khofifah, agar Khofifah tidak jadi ancaman, Soekarwo tidak mau memberikan komentar. “Yang punya ide itu orang lain, saya tidak punya kewenangan menjawab keinginan orang lain,” jawab nya singkat.
Tapi Khofifah kader NU, yang bisa digandeng? Pakde Karwo tidak mau memberikan komentar. Ia justru menegaskan dirinya sudah mantap menggandeng Wakil Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul). “Insya Allah dengan Gus Ipul (lagi),” jawab dia serius. (r-12/r-7)