Khofifah-Herman Tak Lolos Bursa Pilgub Jatim

Tidak ada komentar 153 views

Surabaya, (DOC) – Hasil rapat pleno final Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) akhirnya menyatakan pasangan Khofifah Indar Parawansa – Herman S Sumawiredja tidak lolos sebagai pasangan calon di pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim. Keputusan KPU Jatim didapat setelah melakukan vooting tertutup.
Ketua KPU Jatim, Andrey Dewanto Ahmad, menyatakan keputusan yang diambil oleh KPU Jatim sebenarnya melalui musyawah mufakat. Namun ternyata, dalam musyawarah tersebut menemui jalan buntu hingga akhirnya komisioner KPU Jatim harus menempuh langkah vooting.
“Dan vooting itu sah menurut undang-undang. Kami melakukan vooting tertutup dengan skor 3-2,” kata Andrey saat membacakan penetapan pasangan calon di Kantor KPU Jatim, Senin (15/7/2013) dini hari.
Dari hasil vooting tersebut, terdapat tiga suara yang menyatakan pasangan Khofifah-Herman tidak memenuhi syarat dan 1 suara menyatakan pasangan ini memenuhi syarat. Kemudian 1 suara menyatakan bahwa Partai Keadilan (PK) pendukung Berkah Memenuhi Syarat dan PK pendukung KarSa tidak memenuhi syarat. Kemudian PPNUI pendukung Khofifah tidak memenuhi syarat dan PPNUI pendukung KarSa memenuhi syarat.
“Keputusan ini diputuskan pada pukul 23:55 WIB dan baru diumumkan hari ini,” tandas Andrey.
Keputusan tertuang dalam Berita Acara No.56/BA/PKD.Jtm/VII/2013 tentang penetapan pasangan calon ini menyatakan hanya tiga pasang calon yang bakal bertarung di Pilgub Jatim pada 29 Agustus 2013 mendatang.
Mereka adalah Pasangan incumbent Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa), Pasangan Bambang DH-Said Abdullah (BDH-Said) dan Eggi Sujana-Muhammad Sihat (Beres).
“KPU Jatim sepakat menyatakan hanya tiga pasangan calon yang dinyatakan lolos menjadi peserta pemilukada Jatim 29 Agustus 2013,” jelasnya.
Sementara atas keputusannya, KPU Jatim menyatakan siap melayani gugatan hukum atas putusan lembaganya yang mencoret nama Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah) sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jatim.
Lembaga penyelenggara pemilu itu menilai pasangan Berkah tidak memenuhi syarat.
“Tentunya kami siap dengan risiko hukum. Keputusan ini dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” kata Ketua KPU Jatim, Andrey Dewanto Ahmad, di Surabaya, Senin (15/7/2013) dini hari.
Andrey menilai, pengambilan keputusan tersebut sudah sesuai dengan undang-undang dan aturan yang ada. Upaya voting yang dilakukan lembaganya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.
“Belum kami pikirkan persiapan itu. Yang keputusan kami dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, KPU Jatim harus melakukan voting untuk mengambil keputusan apakah pasangan Berkah lolos dalam Pilgub Jatim pada 29 Agustus 2013 mendatang.
Hasil dari voting tersebut 3 komisioner menyatakan pasangan Berkah tidak memenuhi syarat, sedangkan dua komisioner menyatakan berbeda.
Satu Komisioner memenuhi syarat, dan 1 Komisiner menyatakan bahwa Partai Keadilan (PK) pendukung Berkah Memenuhi Syarat dan dukungan KarSa tidak terpenuhi. Namun dukungan PPNUI pendukung Khofifah tidak memenuhi syarat dan PPNUI pendukung KarSa memenuhi syarat.
Atas keputusan KPU Jatim, pihak Berkah masih belum melakukan reaksi. Informasi yang dihimpun, hari ini, pihak Berkah akan menyatakan sikap atas keputusan KPU Jatim di Kantor DPW PKB Jawa Timur di Jalan Ketintang Madya, Surabaya. (r4)