Khofifah Kritik Program Pengurangan Pengangguran Gus Ipul Tak Masuk Akal

foto : debat publik Cagub-Cawagub Jatim 2018 sessi kedua

Surabaya,(DOC) – Meski sedikit gaduh, namun tensi debat publik pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur putaran kedua relatif landai.

Masing-masing Pasangan Calon (Paslon) tidak saling serang pernytaan seperti pada debat public sebelumnya.

“Debatnya kurang seru. Kedua pasangan calon main aman,” ungkap Fajar salah satu tamu undangan debat, Selasa(8/5/2018) malam.

Sejak segmen 1(satu) hingga segmen 3(tiga), hampir tidak ada pernyataan calon yang saling menyerang dan terkesan datar. Sebaliknya, argumentasi dari kedua paslon lebih banyak saling melengkapi dibanding saling membantah.

Satu-satunya pemandangan menarik hanya terjadi pada segmen 4(empat), saat segmen Calon Gubernur(Cagub) maupun Calon Wakil Gubernur(Cawagub) saling bertanya dan memberi tanggapan. Pada sesi ini Cagub nomer urut 1(satu), Khofifah Indar Parawansa mengkritisi janji Cagub nomer urut 2(dua) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) soal penyerapan 750 ribu tenaga kerja per-tahun.

Program tersebut dianggap tidak masuk akal, karena menurut Khofifah, kemampuan Jatim selama ini dalam menurunkan tingkat pengangguran hanya 0,04%.

Kalkulasi ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per-Februari 2017, bahwa pengangguran di Jatim masih 4,10 persen dari tahun sebelumnya sebesar 4,14 persen.

“Penurunan 0,04% itu setara dengan sekitar 48.000 angkatan kerja. Sementara, nasional, 1% pertumbuhan ekonomi setara dengan pembukaan 400.000 lapangan kerja baru. Nah, kontribusi Jawa Timur terhadap 1% pertumbuhan ekonomi nasonal adalah 15%. Lalu, kalau ada pengurangan pengangguran hingga 750.000, maka harus naik berapa persen pertumbuhan ekonomi di Jatim. Ini yang menurut kami tidak rasional,” kritiknya.

Mendapat pertanyaan tersebut, Gus Ipul tidak memberikan jawaban. Sebaliknya, Gus Ipul hanya menjelaskan bahwa pengurangan pengangguran 750.000 orang diasumsikan dari nilai investasi di Jawa Timur yang mencapai Rp120 triliun dan menyerap 500.000 tenaga kerja.

“Jika nanti ditambah dengan pengembangan sektor pariwisata dan penguatan sektor industri kreatif, saya kira 750.000 penyerapan tenaga kerja per tahun bisa terealisasi,” katanya.

Situasi sama juga terlihat saat Cawagub, Puti Guntur, menyindir Emil Dardak dengan menyebut produksi ikan di Trenggalek sempat turun drastis. Namun, sindiran ini dijawab enteng oleh bupati Trenggalek non aktif tersebut.

Cawagub pasangan Khofifah ini, menyebut, penurunan itu tidak hanya terjadi di Trenggalek. Tetapi juga di daerah selatan Jatim, seperti Pacitan, Jember dan Banyuwangi. Penurunan ini akibat kondisi alam yang tidak memungkinkan nelayan bisa mendapat banyak ikan.

Kendati demikian, bagi Emil, pemerintah tetap harus turun tangan. Misalnya dengan menyiapkan perahu dengan ukuran besar. Sehingga tangkapan ikan nelayan semakin banyak. Solusi lainnya, lanjut Emil, yakni menyiapkan sumber pendapatan baru bagi nelayan di saat cuaca buruk.

“Namanya nelayan itu pasti mengenal musim paceklik. Seperti halnya saat cuaca buruk. Makanya, nanti akan kami siapkan sumber pendapatan baru melalui pemberdayaan UMKM. Misalnya membuat produk makanan olahan dan sejenisnya. Bila ini berjalan, cucaca buruk tidak menjadi soal,” tandas Emil.(rob/r7)