Kiat Sukses Bermodal Dengkul

Tidak ada komentar 105 views

Surabaya, (DOC) – Kondisi ekonomi dan politik di Indonesia semakin tidak stabil mendekati Pemilu 2014 ini. Pada awal tahun 2014 ini saja telah terjadi dua perubahan harga elpiji yang merupakan kebutuhan vital masyarakat. Masyarakat sempat dikagetkan dengan harga tabung 12 kilogram yang naik hingga mencapai Rp 4000.
Belum selesai terpana, harga sudah diturunkan hingga kenaikan hanya Rp 1000. Yang lebih memiriskan hati, nilai tukar rupiah terhadap dollar terus melemah yang memungkinkan ekonomi masyarakat semakin sulit.
Naik turunnya harga kebutuhan vital ini bukan tidak mungkin akan terjadi kembali hingga akhir tahun 2014 ini. Pakar enterpreneurship dari Medan, Iskandar menyarankan agar masyarakat mulai mengubah paradigma dalam mencari penghasilan.
Menurutnya, meskipun mendapat gaji bulanan, bekerja adalah ajang mencari penghasilan yang paling beiesiko. “Dengan suasana ekonomi dan politik seperti ini, apalagi berita bencana dimana-mana, bukan tidak mungkin tiba-tiba saja Anda dipecat,” serunya.
Menurut Iskandar, ajang mencari penghasilan yang paling baik adalah dengan menjadi pengusaha. Dengan menjadi pengusaha, katanya, roda ekonomi bisa ditentukan sendiri tanpa tergantung dari keputusan bos. “Palingan ditendang istri kalau Anda malas,” ujarnya.
Tidak usah takut bila tidak memiliki modal, berikut lima ‘modal dengkul’ yang diberikan oleh Iskandar:

Keberanian
Keberanian memulai usaha tidak berbanding lurus dengan kaya atau miskinnya seseorang. Kebanyakan orang kaya justru enggan memulai bisnis karena takut harta yang susah payah mereka kumpulkan akan hangus begitu saja. Simple, makin banyak yang Anda punya justru makin besar ketakutan Anda untuk kehilangan.

Optimisme
Anda ‘kan modal dengkul, kalau Anda sendiri tidak optimis, bagaimana bisa meyakinkan orang lain yang akan Anda ajak berbisnis.

Kreativitas
Seringkali masyarakat mempunyai paradigma yang salah. Banyak yang berfikir bahwa kreatifitas hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Padahal kreativitas muncul dari perenungan dan evaluasi diri. Coba renungkan, ketika Anda bisa membuat orang lain tertawa bukan berarti Anda seorang pelawak.

Empati
Empati adalah implementasi dari komitmen dan tanggungjawab. Anda harus tahu kapan Anda pelanggan puas atau kecewa dengan pelayanan Anda. Sekali pelanggan Anda kecewa dan Anda tidak segera melakukan tindakan empatis. Percayalah, Anda sudah bangkrut sebelum memulai usaha.

Koneksi
Tinggal di Indonesia adalah keberuntungan. Silahkan buat daftar nama, Anda akan terkejut melihat jumlah relasi yang Anda kenal. Tinggal Anda pilih dan putuskan, mana yang berpotensi menjadi rekan bisnis Anda.

Menurut Iskandar, lima hal tersebut seolah mudah untuk dilakukan. “Hal yang enak biasanya tidak baik, begitu pula hal yang baik biasanya tidak enak untuk dilakukan. Itulah pengusaha, mau melakukan yang tidak enak untuk hal yang baik,” tutup Iskandar. (r4)