Kinerja Bank Syariah Masih Stagnan Karena 3 Faktor Ini

Surabaya (DOC) – Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur tengah gencar melakukan Road to Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2017 sebagai upaya untuk mengenalkan dan menggenjot kinerja market perbankan syariah yang hingga kini cenderung stagnan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, banyak faktor yang membuat kinerja perbankan syariah hingga masih stagnan yakni tiga faktor di antaranya adalah permodalan, sumber daya manusia (SDM) dan istilah-istilah ekonomi syariah yang kurang dipahami masyarakat.

“Untuk mengakselerasi perbankan syariah banyak yang harus dilakukan, salah satunya memperkuat permodalan sehingga ke depan perbankan syariah minimal bisa seperti bank konvensional,” katanya, Selasa (12/9).

Difi menjelaskan, untuk menjadi seperti bank konvensional modal yang harus disiapkan perbankan syariah adalah untuk melengkapi fasilitas layanan. Sebut saja, mesin ATM yang tersebar secara luas, termasuk kemudahan transaksi melalui internet banking, dan mobile banking.

Sebenarnya, konsumen mau masuk ke bank syariah tetapi mereka menuntut adanya fasilitas servis dan kemudahan yang sama dengan bank konvensional, dan itu butuh IT dan modal yang besar,”imbuhnya.

Kepala Advisory Ekonomi dan Keuangan BI Jatim, Taufik Saleh menambahkan, BI meyakini perbankan syariah maish punya kesempatan untuk tumbuh dengan baik apalagi di Jatim memiliki 6.003 pesantren dan 965.646 santri, serta 9 bank umum syariah, 89 bank perkreditan rakyat syariah (BPRS), 2 modal ventura syariah, Pegadaian Syariah dan 2 leasing syariah.

“Ini merupakan potensi yang bisa digerakan dalam mendukung pergerakabn ekonomi syariah yang diharapkan mencapai strategi halal supplai chain meliputi pengutan sektor pertanian yang terintegrasi, fashion, energi baru terbarukan dan pengembangan pariwsisata halal,” ujarnya.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Jatim, Titien Sumartini menambahkan, untuk mendorong kinerja market perbankan syariah yang dalam 2 tahun terakhir ini hanya tumbuh 5% , maka dalam kesempatan kegiatan ISEF ke-4 pada 7-11 November mendatang ini, ISEF akan mengambil tema “Foresting Inclusive Economc Growth and Improving Resiliency through Closer Collaboration and Coordination”.

“Kami beserta BI Malang, Kediri dan Jember menggelar rangkaian Road to ISE 2017 di 4 kota yaitu Surabaya, Malang, Kediri dan Jember mulai 6-28 Oktober 2017. Nanti juga banyak kompetisi bernuansa syariah dan islami yang bisa diikuti masyarakat,” katanya. (D02)