KJPL Nilai Tudingan Greges Jaya Upaya Adu Domba

Tidak ada komentar 113 views

Surabaya, (DOC) – Isu soal Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia telah mengajukan proposal ke PT Grege Jaya terkait penanaman mangrove senilai Rp500 juta, dibantah Ketuanya, Teguh Ardi Srianto. Isu yang dihembuskan itu hanya untuk memerkeruh suasana saja.
Menurut Teguh, dalam mendirikan KJPL Indonesia, pihaknya sudah berkomitmen tak akan ada kompromi dalam menyikapi suatu kasus. Untuk itu, dirinya berpegang teguh saat mengusut kasus PT Greges Jaya yang telah melakukan pengrusakan lingkungan. PT itu telah mendirikan gudang dengan cara merusak mangrove di Pantai Utara Surabaya melalui reklamasi pantai.
“Kita juga sangat menyesalkan jika pengrusakan mangrove itu hanya dikenai pelanggaran Perda Bangunan. Gudang itu dianggap tak memiliki IMB, lalu dibongkar Satpol PP. Seharusnya kalau tegas, kenakan pelanggaran pengrusakan lingkungan terhadap Greges Jaya, bukan IMB,” kata Teguh.
Kalau hanya pelanggaran IMB, kata Teguh, setelah ditertibkan gudangnya, tentu akan ada upaya mengurus IMB. Dan jika sudah keluar IMB-nya, maka bangunan yang sebelumnya ilegal dan dirobohkan, bisa berdiri lagi.
“Ini yang kita tak setuju. Apalagi dengan mengeluarkan isu murahan bahwa KJPL mengajukan proposal Rp500 juta untuk mangrove. Itu hanya untuk menutupi permasalahan tersebut. Padahal kita gencar menyuarakan pelanggaran lingkungan bukan IMB,” tandas Teguh.
Teguh menilai, upaya adu domba ini yang saat ini dilakukan Greges Jaya untuk menutupi masalah pelanggaran lingkungan. (r4/r7)