KMP Terancam Tak Dapat Jatah Pimpinan Kelengkapan Dewan

Surabaya,(DOC) Koalisi Merah Putih(KMP) di DPRD Surabaya , tak se-solid di DPR RI. Hal ini terlihat dalam pembahasan 130 pasal dan 28 pasal tambahan di rapat Panitia Khusus(Pansus) Tata Tertib(Tatib) DPRD Surabaya.

Kubu Koalisi Indonesia Hebat(KIH) menang telak dan berhasil membabat seluruh hasil keputusan termasuk soal penetapan unsur pimpinan alat kelengkapan dewan yang dipilih secara paket. Keputusan tersebut dihasilkan melalui voting terbuka terhadap anggota Pansus Tatib yang berjumlah 11 orang.

Selain masalah pemilihan pimpinan alat kelengkapan dewan dalam satu paket,  Tatib dewan juga memutuskan soal jumlah anggota Badan Musyawar(Banmus), jumlah anggota Badan Anggaran(Banggar) dan Badan Legeslatif (Banleg).

Kekalahan KMP ini, akibat perwakilan Fraksi Demokrat terpecah dan berkoalisi dengan KIH yang di komandani oleh F-PDIP. Sehingga jumlah anggota KMP yang ber-anggotakan perwakilan dari F-Gerindra, PKS, Golkar dan PAN, harus gigit jari.

Pratiwi Ayu Khrisna Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya tidak menampik hal itu, karena KPM selalu kalah jika mengambil kepuitusan melalui voting. “Kami realistis saja mas. Mau gimana lagi, lha wong perjuangan kami selalu kandas saat voting,”kesalnya, Selasa(14/10/2014).

Dengan kondisi seperti ini, KMP terancam tidak mendapat jatah kursi pimpinan Komisi, Banleg, dan alat kelengkapan dewan lainnya. Padahal semula  KMP di DPRD Surabaya ingin meniru pusat dengan menghadang beberapa keputusan dalam aturan Tatib.

Di DPRD Surabaya, kiprah KMP yang di motori oleh Fraksi Gerindra, nampaknya akan semakin terpuruk. Hal ini karena Koordinator KMP di DPRD Surabaya yang di sepakati menunjuk Dharmawan Wakil Ketua DPRD Surabaya, masih belum piawai dalam me-lobby anggota KMP agar tetap solid.(r7)