Kolagit, Obat Diabetes Dari Tebu

Tidak ada komentar 266 views

Sumatera, (DOC) – Tidak disangka, ketekunan Gita Adinda Nasution untuk mengobati ayahnya dari diabetes berbuah dengan penemuan obat terbaru untuk penyakit ini. Dia menemukan Kolagit, sebuah obat diabetes yang terbuat dari tebu. Berkat temuannya ini, ayahnya yang sudah terkena penyakit gula darah semenjak dia belajar kelas 6 SD itu bisa sembuh total.
Dikutip dati Tribun News, mahasiswi semester III Fakultas MIPA USU ini awalnya hanya coba-coba. Berbekal tekad untuk menyembuhkan sang ayah, dia mulai sering meracik ramuan herbal antidiabetes. Buku herbal karangan Prof Hembing turut menjadi rujukan. Namun semua usahanya belum menampakkan hasil. Gita tidak menyerah untuk itu.
”Ketika saya kelas 6 SD, ayah telah divonis dokter mengidap diabetes. Badan ayah yang sebelumnya gemuk, mendekati 100 kg, perlahan susut. Penglihatan ayah kabur, bahkan untuk berjalan saja ayah mesti megang dinding. Saat itu, gula darah ayah mencapai 450,” ungkap Gita.
Gita sebenarnya sempat patah arang ketika berkali-kali gagal menemukan ramuan tepat untuk Bisman Nasution, ayahnya. Berbagai percobaannya kandas tanpa hasil. Tapi pada saat kelas tiga SMP, dia punya pikiran konyol untuk mengobati diabetes dengan bahan yang mengandung gula. Dia terinspirasi bahwa penyakit bisa dilawan dengan penyebab dari penyakit itu.
“Saya berpikir penyakit polio dapat diobati melalui vaksin polio, orang digigit ular dapat sembuh dari racun ular juga. Jadi tidak ada salah mencoba membuat riset dari gula,” pikirnya kala itu.
Dari studinya, Gita menemukan bahwa bahwa dalam senyawa gula terdapat senyawa yang kemungkinan bisa dipakai untuk menyembuhkan penyakit diabetes. Memang untuk tujuan itu, harus ditemukan dahulu campuran yang tepat untuk memperbaiki senyawa. Akhirnya, dia menemukan hal itu dari tebu dan diberi nama Kolagit. Rasa obat ini seperti kopi dan justru rasanya enak dikonsumsi.
“Kerja obatnya pada bagian darah untuk mengaktifkan hormon insulin. Awalnya saya bingung karena tidak ada jurnal internasional yang mendukung asumsi pribadi saya,” terang Gita.
Saat Kolagit ini diterapkan pada ayahnya selama 4,5 tahun, akhirnya Bisman sembuh dari diabetes. Dengan izin Tuhan, beberapa pasien diabetes lain yang mengonsumsi Kolagit juga sembuh. Pasien ini berasal dari Sumatra Utara, Jakarta, sampai Arab Saudi.
Dalam uji praklinis dan klinis di laboratorium farmasi USU, pada percobaan pada tikus juga didapatkan hasil sama. Enam tikus yang dikondisikan mengidap diabetes mengalami kesembuhan setelah mengonsumsi Kolagit dan lebih ampuh dari obat diabetes kimiawi. Obat ini diklaim mampu menetralkan atau menurunkan kadar gula darah, memperbaiki penglihatan, meningkatkan imunitas, mengencangkan kulit, melancarkan pencernaan, hingga menjadi asupan energi.
Sayangnya usaha untuk mematenkan Kolagit terganjal. Untuk memperoleh registrasi BPOM mesti ke pusat dan harus memiliki badan hukum terlebih dahulu. Atau, minimal harus ada kerjasama dengan perusahaan. Saat ini Kolagit dijual menurut pesanan dengan harga Rp 150 ribu per 800 gram. (sdm/r4)