Komisi A Sambut Baik Program Peningkatan Pembangunan Hunian

Surabaya,(DOC) – Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Herlina Harsono Nyoto mendukung penuh upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang berinisiatif meningkatkan program pembangunan hunian berupa rumah susun (Rusun) dengan tidak hanya mengandalkan pemerintah pusat.

“Sebab kebutuhan warga Surabaya akan adanya hunian murah sangat tinggi. Selama dua tahun ini banyak unit rusun yang sengaja diprioritaskan untuk korban gusuran. Saya berharap dengan adanya rusun yang dibangun APBD ini bisa mempercepat penyedian hunian murah di Surabaya,” ucapnya, Rabu(16/8/2017)..

Selain itu politisi Partai Demokrat ini meminta Pemkot untuk segera meminta penyerahan aset bagi rusun yang sudah selesai dibangun. Agar bisa segera dimanfaatkan warga Surabaya.

“Sudah menjadi kewajiban Pemkot untuk memnta pusat menyerahkan Rusun yang sudah selesai dibangun di Surabaya,” tandasnya.

Dalam tahun 2017 ini, Pemkot memang memang tengah menggarap Rusun yang didanai APBD. Namun jumlahnya masih sedikit, karena masih sebatas uji coba dan sebagai prototipe hunian vertikal.

“Di Tambak Wedi kita sudah proses bangun, sudah 40 persen pembangunannya dengan kapasotas 96 unit. Lalu juga ada di Jambangan namun lebih kecil berisi 20 unit saja,” kata Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Iman Krestian, Senin(7/8/2017) lalu.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan pemukiman warga Surabaya, Pemkot kini tengah mendorong Pemerintah Pusat khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar segera menyerahkan aset berupa rusun yang sudah rampung dibangun.

Sebab ada dua lokasi rusun yang saat ini sudah selesai dibangun namun tidak bisa dihuni lantaran belum ada penyerahan dari pemerintah pusat. Ia menjelaskan Rusun pertama adalah komplek rusun Keputih dan yang kedua adalah di Dukuh Menanggal. Bahkan dilokasi Rusun Keputih sudah ada dua twin blok yang sudah selesai dibangun.

“Memang sudah ada dua twin blok yang sudah selesai dibangun. Namun belum bisa dihuni lantaran belum diserahkan asetnya ke Pemkot. Sekarang masih masa pemeliharaan,” ucapnya, Senin(7/8/2017) lalu..

Pembangunan rusun Keputih di komplek eks TPA itu dikatakan Iman belum selesai. Selama tahun 2017 ini, masih akan dibangun dengan penambahan satu twin blok.

Targetnya akhir tahun rusun itu sudah rampung dan tahun depan diharapkan bisa mulai dihuni oleh warga Surabaya yang sudah mengantre untuk masuk ke rusun.

“Satu twin blok bisa dihuni oleh 96 unit rusun. Jadi kapasitasnya di Keputih ini bisa lebih banyak. Belum ditambah dengan twin blok tahun 2017 ini,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan saat ini proses pengerjaan rusun sudah separuh selesai. Pihaknya optimis bahwa akhir tahun rusun itu sudah rampung.

Namun tetap saja, disampaikan Iman, semua tergantung Pemerintah pusat. Sebab yang membangun fisik adalah APBN. Pemkot hanya berperan menyiapkan lahan.

“Selain Keputih, yang di Romokalisari juga sedang dibangun dua twin blok selama tahun 2017 ini. Yang akan menambah menjadi lima twin blok di sana. Targetnya di lokasi Romokalisari tersebut akan ada delapan twin blok,” pungkasnya.(adv/r7)