Komisi B Bela PKL Depan Perumahan Gunungsari Indah

Tidak ada komentar 294 views

Surabaya,(DOC) – Janji Anggota Komisi B untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sentra pedagang kaki lima (PKL) yang menempati jalur hijau atau tanah garis sempadan di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang akhirnya dilakukan,Rab(22/5/2013).
Dalam kesempatan tersebut, komisi yang membidangi masalah perekonomian itu berjanji akan mengawal aspirasi PKL.

“Dalam kondisi seperti ini, pedagang butuh pendampingan guna menuntaskan permasalahan yang dihadapi,” ujar Wakil Ketua Komisi B, Tri Setijo Puruwito, saat ditemui dilokasi sidak.

Tri Setijo Puruwito mengungkapkan, selama ini komisinya memang kerap mendapat laporan masalah serupa yang disampaikan sejumlah PKL. Oleh karena itu, ia mengusulkan agar para pedagang melakukan upaya administratif terlebih dahulu terhadap sikap PT Agra Paripurna, yang berusaha merampas lahan yang dijadikan jualan pedagang.

“langkah administratif itu perlu guna menghindari terjadinya kontak fisik. Apapun masalahnya, kalau bisa diselesaikan secara baik-baik,” saran legislator asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Anggota Komisi B Rusli Yusuf, menegaskan bahwa dilibatkannya anggota legislatif terhadap permalahan yang biasa berjualan di pintu masuk perumahan Gunungsari Indah, Kecamatan Karang Pilang tersebut dibutuhkan. Mengingat, para pengusaha selama ini sudah menjadi partner dari pemerintah kota (pemkot) Surabaya.

“Sambil mencari solusi yang terbaik, saya berharap PT Agra Paripurna menghentikan rencananya membongkar lapak milik PKL. Dan ke dua belah pihak agar saling menahan diri,” sarannya.

Sementara itu, ketua PKL setempat Bambang, menyatakan sebenarnya 61 yang ada PKL tidak masalah jika dilakukan pembongkaran. Dengan catatan PT Agra Paripurna, menyediakan lokasi baru bagi para pedagang untuk bisa berjualan. “Kami susah berjualan di sini selama puluhan tahun. Kalau mau dipindah begitu saja tentu kami keberatan,” tegas Bambang.

Bambang menegaskan, alasan pedagang melakukan perlawanan terhadap rencana penggusuran itu lantaran lokasi tersebut telah menjadi satu-satunya mata pencaharian bagi PKL dalam menghidupi keluargnya. Apalagi, pemberitahuan rencana pemongkaran tersebut juga dilakukan secara mendadak.

“PT Agra mengancam, jika kami tidak pindah maka aliran listrik akan diputus. Bahkan pada 8 Maret, kami telah dipaksa menandatangi pernyataan pengosongan lahan,” bebernya.

Sebelumnya, Lembaga Pembina Pedagang Kecil Terpadu (LPPKT) mengadukan rencana PT Agra Paripurna yang akan menggusur sentra PKL di depan perumahan Gunung Sari Indah ke Komisi B DPRD Surabaya. Dimana para PKL itu diminta mengosonglan lahan tersebut selambat lambatnya pada tanggal 15 Mei 2013.

Dalam kesempatan itu, LPPKT meminta agar Mosch Ismail, selaku Direktur PT Agra Paripurna untuk mencabut sura pemberitahuan pengosongan bernomor 011.AP.Pem-IV-2013 tertanggal 6 April 2013.(K1/R7)