Komisi B Desak Pemkot Pilih Figure Direksi PDPS Yang Kredibel

Foto ; Baktiono

Surabaya,(DOC) – Komisi B DPRD Surabaya mendorong pemerintah kota agar mencari figure direksi Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) yang kredibel, agar bisa membenahi manajemen BUMD tersebut.

Pasalnya, saat ini, kondisi manajemen karut marut. Belum tuntas, masalah pemblokiran rekening akibat tunggakan pajak, muncul kasus lain, yakni kredit fiktif senilai Rp. 13,4 M.

Anggota Komisi B, Baktiono, Selasa (12/12/2017) menyatakan, untuk mendapatkan sosok yang diharapkan, criterianya, calon yang bersangkutan memiliki track record yang bagus dan profesional. Mereka bisa berasal dari Mantan Direktur BUMN, BUMD yang mempunyai prestasi bagus di daerahnya, perusahaan swasta dan sebagainya.

“Dibayar mahal gak masalah, kita sediakan anggarannya,” tegasnya

Asalkan, direksi baru nanti membangun pasar yang dikelola PD Pasar Surya menjadi lebih baik, diantaranya menarik menarik investor. Baktiono berharap, jajaran direksi nanti tugasnya tak hanya mengatur pungutan dari para pedagang, kemudian diputar lagi untuk membayar tagihan listrik, pajak dan sebagainya.

“Ini untuk meningkatkan kualitas dan manajemen PD Pasar yang lebih baik,” kata Politisi PDIP

Ia yakin, apabila pengelolaan PD Pasar semakin baik, akan bisa menggerakkan ekonomi di lapisan bawah. Selama ini, problem yang dihadapi, jajaran direksi yang ada belum mempunyai jiwa wirausahawan dan rekam jejak yang sesuai harapan.

“jika tak mempunyai pengalaman, apa bisa menarik investor. Jangankan dari luar negeri, dari dalam negeri saja belum tentu,” ujarnya

Baktiono mengungkapkan, penghasilan direktur utama BUMD milik pemerintah kota ini berkisar Rp. 30 – 50 juta. Untuk menaikkan gaji jajaran direksi memang perlu perubahan peraturan walikota. Meski gaji jajara direksi sudah ada standarisasinya, namun ia menyatakan, kenaikan tak menjadi masalah asalkan diimbangi dengan kinerja baik, karena taruhannya adalah reputasi kota Surabaya.

“Saya kita sekelas manajer pasar di Surabaya masih kalah dari BUMN,” ungkapnya

Jumlah Pasar tradisional di Kota Surabaya sekitar 67  unit. Karena pertumbuhan ekonomi di kota Pahlawan in yang relative baik, semestinya calon direksi mendatang visioner, agar pangsa yang ada tak direbut pihak swasta.

“Kan kita sudah punya masterplannya, tinggal bagaimana bisa hadir di tengah-tengah itu,” katanya

Baktiono menyebut, April 2018 dari dua direksi yang masih menjabat, yakni Direktur Teknik dan Pembinaan Pedagang masa kerjanya berakhir. Namun, keduanya tak bisa mengambil keputusan strategis. Untuk itu, agar masalah di PD Pasar tak berlarut-larut penyelesaiannya.

“Pemkot Surabaya segera merekrut direksi yang kosong, atau menunggu April nanti direkrut seluruhnya,” pungkasnya.(id/r7)