Komisi C Akan Bersikap Soal Kelanjutan Proyek Underpass Satelite, Pemkot Siap Bantu Eskalasi Harga

foto : underpass bundaran Satelite

Surabaya,(DOC) – Komisi C DPRD kota Surabaya menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan mengundang perwakilan dari Real Estate Indonesia (REI) Jatim dan Pemkot Surabaya, untuk membahas mandeg – nya proyek pembangunan jalan underpass bundaran Satelite.

Hadir dalam hearing tersebut, Wakil Ketua DPD REI Jatim, Cristian Djaya dan Kepala Dinas Pemukiman, Tata Ruang dan Cipta Karya kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Pada kesempatan itu, REI Jatim menyampaikan berbagai kendala yang membuat mega proyek underpass Satelite terhenti.

Proyek yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 74,3 milliar dari hasil urunan para pengembang, tetap akan dilanjutkan, meski harus mundur pengerjaannya kembali.

“Permasalahannya komplek, makanya kami minta waktu sampai minggu depan. Kami tak lepas tangan, hanya saja sekarang kondisinya masih terpengaruh dengan makro ekonomi. Salah satunya juga akibat market yang terus bergejolak,” ucap Wakil Ketua DPD REI Jatim Bidang Perumahan Kecil Menengah ini, Senin(16/7/2018).

foto : Wakil Ketua DPD REI Jatim, Cristian Djaya

Re-schedule waktu pengerjaan proyek underpass Satelite ini, akan dipergunakan untuk berkoordinasi dengan anggota REI Jatim yang memiliki kepentingan penjualan property dikawasan Surabaya barat.

Menurut Cristian, progess pengerjaan proyek jalan underpass bundaran Satelite hingga sekarang ini, sudah mencapai 30 persen.

“Kita belum menyatakan mundur dan tetap berusaha se-maksimal mungkin dan menyampaikan hasil rapat apa adanya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, tetap menginginkan REI Jatim segera menuntaskan proyek jalan underpass bundaran Satelite, sesuai komitmen yang telah disepakati sejak awal.

“Kalau memang terkendala soal keterbatasan dana, harusnya REI membicarakan dengan kami, sehingga bisa kita carikan solusinya. Bukan dibiarkan mandeg seperti itu,” kata Ipuk panggilan akrab Syaifudin Zuhri.

Politisi PDIP ini khawatir, bahwa ketidak konsekwensinya janji pihak DPD REI Jatim, hanya sebagai alasan saja, agar bisa menunda jadwal penyelesaian proyek jalan underpass bundaran Satelite.

foto : Syaifudin Zuhri

“Dulu saat rapat dengan kita(DPRD,red), mereka(DPD REI Jatim,red) beralasan proyek masih menunggu pemindahan sarana utilitas PDAM dan fasilitas umum lainnya. Namun setelah pemindahan utilitas beres, proyek itu tetap mangkrak sampai sekarang. Terkesan nggak dilanjutkan lagi,” paparnya.

DPRD kota Surabaya akan bersikap, jika hasil koordinasi DPD REI Jatim dengan anggotanya pada waktu 10 hari kedepan tak mendapatkan solusi atas kelanjutan proyek jalan underpass bundaran Satelite.

Menurut Ipuk, Komisi C dan Pemkot Surabaya telah mengabulkan permintaan waktu mundur, agar koordinasi DPD REI Jatim dengan anggotanya dalam waktu seminggu.

“Kami siap panggil para pengembang yang belum menyelesaikan kewajibannya. Datanya nanti kita akan mintakan ke Pemkot. Ini desakan agar underpass Satelite segera diselesaikan untuk public, jangan sampai di tunda,” tandas Ipuk.

foto : Eri Cahyadi

Terpisah Kepala Dinas Cipta Karya, Eri Cahyadi menjelaskan, jika kendalanya soal eskalasi kenaikan harga material proyek jalan underpass bundaran Satelite, maka Pemkot Surabaya siap membantunya.

“Ini sesuai intruksi Sekkota. Tapi yang kita bantu hanya pada eskalasi kenaikan harganya saja, bukan total pendanaan kekurangan proyek. Contoh beli apel harga 1000 karena eskalasi harga jadi 1200, maka yang ditambahkan 200 aja,” jelas Eri.(rob/r7)