Komisi D Boikot Deklarasi Penutupan Dolly

Tidak ada komentar 176 views

Surabaya, (DOC) – Anggota Komisi D (Pendidikan dan kesra) DPRD Surabaya dipastikan tidak akan menghadiri deklarasi penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak, yang direncanakan digelar di Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, Rabu (18/6/2014).
Ketua Komisi D Baktiono menyatakan, alasan dirinya tidak hadir lantaran tidak pernah diajak koordnasi oleh pemerintah kota dalam rencana penutupan Dolly dan jarak. Padahal, sebagai sesama pemangku kekuasaan di Surabaya, mestinya anggota dewan turut dilibatkan.
“Kita ini kan patner, masak kita ditinggal begitu saja dalam rencana penutupan lokalisasi,” kata Baktiono, Selasa (17/6/2014).
Menurut Baktiono, sebagai pihak yang kerap mendapat keluhan dari warga seharusnya pemerintah kota meminta pendapat dari anggota dewan sebelum mengambil kebijakan. Apalagi, blue print rencana penutupan Dolly dan Jarak hingga saat ini juga belum jelas.
“Kita itu tidak tahu setelah deklarasi Dolly dan jarak mau diapakan. Bahkan sampai sekarag kita juga belum melihat kejian yang dilakukan pemerintah kota,” sebutnya.
Anggota Komisi D lainya, Khusnul Khotimah dan Sudarwati Rorong juga memastikan tidak akan dalam deklarasi besok. “Kita kecewa terhadap pemerintah kota serta kepala SKPD (satuan kerja perangkat darrah) terkait. Kita undang sampai tiga kali ternyata tidak ada yang datang,” tukasnya.
Selain Komisi D, beberapa anggota dewan dari komisi yang lain juga diperikarakan tidak akan datang. Dari pantauan di gedung DPRD Surabaya, saat ini mayoritas anggota legislatif sedang menggelar kunjungan kerja (kunker) ke luar kota.
Bahkan untuk anggota Komisi C (pembangunan) an B (perekonoman dan keuangan) mulai hari ini juga sudah berangkat kunjungan kerja. (k1/r4)