Komisi II DPR RI Apresiasi Pendaftaran Panwaslu Jatim

 Nasional, Politik

Komisi II DPR RI saat memantau proses seleksi Panwaslu Jatim.

 

Surabaya (DOC) – Komisi II DPR RI memberikan apresiasi khusus atas proses pendaftaran Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) tingkat kabupaten/kota di Jatim yang seleksi awalnya mencapai 1.511 peserta.

Anggota Komisi II DPR RI, Fandi Utomo yang datang pada proses penjaringan langsung di Bawaslu Jatim, kemarin, mendorong tiap komisioner panwaslu yang terpilih nantinya untuk tak hanya paham peraturan pemilu berdasar UU, namun juga peraturan soal hukum sengketa.

Setidaknya, ada tiga hal yang harus diketahui oleh komisioner. Yakni, pengaturan sengketa pencalonan, pengaturan sengketa proses, dan pengaturan sengketa hasil. Komisioner harus memahami sengketa hukum karena nantinya Panwaslu memiliki kewenangan untuk mengatur hal tersebut. Berdasarkan peraturan yang baru, proses sengketa cukup diselesaikan oleh Panwas.

Tak hanya itu, Panwaslu kedepannya juga akan beralih tetap dan berubah nama menjadi Bawaslu Kota dan Kabupaten dengan masa kerja lima tahun.
“Untuk saat ini, proses penjaringan memang masih menggunakan peraturan lama, namun kami tengah merumuskan penyesuaian agar komisioner yang terpilih bisa diterapkan di peraturan yang baru. Sehingga, tak perlu lagi ada proses seleksi,” kata Fandi Utomo.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI, Zainuddin Amali yang turut hadir juga berharap proses seleksi tersebut bisa melahirkan pengawas yang kompeten. Sebab, selama ini Jatim menjadi salah satu contoh keberhasilan pemilu secara nasional.

“Saya optimistis komisioner yang terpilih nantinya benar-benar berkualitas. Kami mendukung proses ini untuk mewujudkan pemilu maupun pilkada di Jatim yang benar-benar bermartabat,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) Jatim, Sufiyanto mengatakan, jumlah pendaftar tersebut bahkan melebihi jumlah pendaftar di daerah lain.

“Minimal pendaftar di tiap kabupaten atau kota adalah 12 orang. Kalau tidak mencapai jumlah minimal, harus diperpanjang. Alhamdulillah, untuk Jatim melebihi jumlah minimal. Jatim memang menjadi yang terbanyak dibanding daerah lain,” ujarnya.

Tak hanya dari sisi kuantitas, peningkatan tersebut, menurut Sufi, peningkatan juga ada pada aspek kuantitas. Hal ini terlihat dari portofolio masing-masing pendaftar yang menyertakan gelar sarjana hingga master.

“Bahkan, tak sedikit pula yang menyertakan pengalaman sebagai anggota pemilu,” lanjutnya.

Dari total jumlah tersebut, paserta pendaftaran akan mengikuti beberapa tahapan penjaringan. Pertama, adalah tahap kelengkapan berkas administratif.

“Untuk tahap pertama tersebut, kami telah menyaring sekitar 1.300-an pendaftar. Mereka dinyatakan lolos ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Di tahap berikutnya, para pendaftar diwajibkan untuk mengikuti ujian tulis. Di tahap kedua ini, dari tiap daerah akan diambil 12 orang. Saat ini proses seleksi telah mencapai tahap ini. Nantinya, dari kedua belas nama ini, akan dipilih enam terbaik melalui ujian wawancara. Berikutnya, dari enam nama tersebut akan dipilih 3 komisioner tetap dan tiga komisioner cadangan. “Kami targetkan akhir bulan mendatang, komisioner panwaslu di 38 kabupaten maupun kota telah terpilih,” pungkasnya.(kjt/ziz)