Konjen AS Surabaya Berangkatkan Sembilan Mahasiswa Indonesia ke Amerika

Surabaya, (DOC) – Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat Surabaya memberangkatkan sembilan orang mahasiswa Indonesia ke Amerika Serikat. Ini dilakukan dalam rangka pertukaran pelajar.

Mereka yang bakal menempuh studi di Amerika ini mengikuti program yang dinamakan YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative). Dalam setahun program ini biasanya dibuka sebanyak dua kali.

Kali ini setelah pendaftaran dibuka sejak awal Januari lalu, sembilan orang mahasiswa Indonesia dari bagian timur bakal segera berangkat bulan Februari. Nantinya mereka bakal mendapatkan kesempatan belajar di kampus yang berbeda-beda. Sesuai dengan latar belakang studi dari mahasiswa yang mendaftar.

Program ini sendiri sudah ada sejak tahun 2003 lalu. Sehingga Konjen AS Surabaya setidaknya sudah pernah memberangkatkan sepuluh kali. Dengan jumlah mahasiswa sekitar seratus orang.

Kepala Bagian Humas Konjen AS Surabaya Cristine Getzler Vaughan mengatakan para mahasiswa yang mengikuti program ini adalah para pelajar yang terpilih. Sebab, untuk berangkat harus mengikuti seleksi terlebih dahulu. “Kita jaring dari 400 sampai 500 orang yang mendaftar,” bebernya.

Untuk mengikuti program ini jelas Cristine mahasiswa tersebut harus membuat sebuah essay terlebih dahulu. Peserta seleksi harus memaparkan tentang project ke depan setelah kembali dari Amerika. “Selain itu kami harus tahu mereka sudah melakukan apa saja. Sehingga mereka ini memang pelajar yang betul istimewa,” ujarnya.

Di Amerika nanti kata Cristine ada tiga studi yang dipilih oleh para mahasiswa. Yaitu tentang isu lingkungan, partisipasi aktif masyarakat dan belajar kewirausahaan atau enterpreneurship.

Para pelajar Indonesia tersebut nantinya akan belajar di Amerika selama enam minggu atau 1,5 bulan. “Dengan ini kami ingin memberi kesempatan kepada para anak muda untuk mengetahui Amerika secara langsung,” imbuh Cristine.

Rahmat Hidayat salah satu mahasiswa asal Malang yang mengikuti program ini mengatakan sangat tertarik untuk belajar langsung di perguruan tinggi Amerika. “Nanti di sana saya akan belajar di University Connectitut,” ujarnya.

Di Amerika Serikat dia memilih belajar tentang kewirausahaan. Sesuai dengan latar belakang studi yang dia pilih di Indonesia. “Setelah belajar di sana saya akan mengaplikasikan ilmu apa yang sudah saya dapat,” imbuh pemuda dengan usia 23 tahun ini. (Nps)