Kontes Ayam Ketawa Pukau Walikota Surabaya

Tidak ada komentar 259 views

Surabaya,(DOC) – Empat ekor ayam serama berlenggak-lenggok di atas ‘catwalk berupa meja berbalut kain hijau. Seolah tahu sedang diperhatikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang bersemangat ‘ngudang ayam’, keempat ekor ayam mungil tersebut semakin asyik menunjukkan aksinya. Dari membusungkan dada, berjalan lenggak-lenggok, hingga menoleh kanan-kiri, persis seorang model. Mendadak, seekor ayam yang tengah pamer ‘gaya’ itu, terjatuh ke lantai karena beraksi terlalu ke tepi meja. Sontak, insiden itu membuat wali kota tertawa lantas memungut ayam itu dan menaruhnya kembali ke ‘cat walk’.
Begitulah cuplikan suasana keseruan “Kontes Komunitas Ayam Piala Wali Kota Surabaya 2015” yang digelar di Taman Flora, Bratang, Surabaya, Minggu (17/5/2015) kemarin. Ada ratusan peserta dari berbagai komunitas ayam yang berpartisipasi dalam kontes tahunan bertema “Surabaya Semarak Satwa” tersebut.
Wali Kota Tri Rismaharini dalam sambutannya mengatakan, penting kontes seperti ini bisa digelar setiap tahun. Menurutnya, kontes seperti ini tidak sekadar berfungsi untuk menyalurkan hobi. Tetapi juga berperan untuk pelestarian satwa.
“Mari kita hidupkan kecintaan kita pada satwa yang selama ini anak-anak kita belum kenal. Di Indonesia ada banyak satwa yang bisa kita lestarikan. Sayang kalau kelak, anak-anak kita tidak tahu,” tegas wali kota.
Wali kota yang masuk dalam 50 tokoh paling berpengaruh di dunia 2015 versi Majalah Forutne ini menyebut, dengan mengenal dan mencintai satwa, wawasan anak-anak terhadap satwa bisa diperdalam. Dan dengan berbekal pengetahuan, diharapkan akan bisa menghasilkan jenis satwa baru dari hasil persilangan. Semisal ayam khas Surabaya.
“Karena itulah, saya mempertahankan Kebun Binatang Surabaya (KBS) tetap eksis supaya anak-anak tahu masih ada satwa yang bisa dlihat. Anak-anak bisa belajar dan memperdalam pengetahuan tentang fauna. Bukan tidak mungkin anak-anak kita kelak bisa mengeluarkan satwa jenis hasil persilangan,” jelas wali kota.
Sementara Gagat Rahino, salah satu pecinta satwa yang juga panitia kontes komunitas ayam piala wali kota 2015 mengatakan, peserta tahun ini ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Dia mencontohkan peserta kontes ayam serama yang kali ini diikuti 350 peserta. Mereka berasal dari Aceh, Lampung, DKI Jakarta, Jogjakarta, Jombang, Blitar dan kota-kota lainnya.
“Tahun ini ada kenaikan jumlah peserta cukup banyak. Kontes komunitas ayam Piala wali kota Surabaya ini memang ditunggu-tunggu oleh komunitas ayam nasional. Ini karena untuk level nasional, belum ada kontes ayam yang level nya seperti di Surabaya ini,” tegas Gagat.
Apalagi, sambung Gagat, untuk tahun ini, gengsi kontes komunitas ayam piala Wali Kota Surabaya, semakin terangkat. Selain adanya format baru dalam sistem penilaian, juga ada tiga juri berkelas internasional karena seringkali terlibat dalam kejuaraan kontes ayam tingkat ASEAN. “Untuk juri internasional ada tiga, juri nasionalnya juga tiga,” sambung dia.
Pria yang juga menjabat Kepala UPTD Klinik Hewan Dinas Pertanian Kota Surabaya ini menambahkan, untuk kontes ayam serama, ada banyak atribut yang dinilai oleh juri. Diantaranya bentuk luar (eksterior) ayamnya termasuk juga fisik dan keindahannya. “Tapi yang paling menonjol adalah gaya ayam serama ketika music dihidupkan,” terang Gagat.
Pantauan di lokasi, Taman Flora tidak hanya dipenuhi oleh komunitas ayam yang berpartisipasi dalam kontes tersebut. Ratusan warga juga terlihat antusias menyaksikan kontes ayam yang tidak mereka saksikan setiap pekan ini. Apalagi, untuk tahun ini, selain kontes nasional ayam ketawa IV dan kontes ayam serama III, juga digelar kontes kontes ayam pelung II. Warga juga bisa melihat ayam Jepang onagadori yang ekor nya panjang melambai. Ada juga pameran musang, sugar glider, burung hantu. Serta pelayanan pengobatan dan konsultasi hewan.
Dalam kesempatan itu, komunitas burung jalak suren Surabaya, menyerahkan 50 burung kepada wali kota untuk ditangkarkan di Taman Flora. (hms/r7)