Kontruksi Reklame Tak Salahi Aturan Pemkot

Tidak ada komentar 236 views

Surabaya, (DOC)- Kritikan anggota DPRD Surabaya, bila penataan raklame yang dilakukan pemerintah kota dan pengusaha masih kurang memperhatikan kaidah keselamatan warga di sekitarnya, mendapat bantahan dari Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I). Menurut mereka, selama ini biro Reklame di Surabaya sudah mengikuti aturan dari pemkot dalam membangun konstruksi reklame.
“Kritikan itu salah, sebab biro reklame dalam membuat knstruksi reklame selalu berdasarkan aturan yang ada,” ujar Sekretaris persatuan perusahaan periklanan Indonesia (P3I), Kota Surabaya, Agus Winoto.
Menurut Agus Winoto, dalam membuat knstrukksi reklame, biro selalu mengacu pada aturan kekuatan yang sudah ditentukan dalam perda. Hal itu seperti dalam pembuatan rangkah konstruksi reklame yang mengacu pada Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). “Misal lebar reklamenya 1 meter persegi, maka kekuatan konstruksinya harus 80 kg. begitu juga seterusnya, kalau lebarnya 10 meter persegi ya tinggal 80 kg tadi dikalikan 10,” ungkapnya.
Olah karena itu, dirinya mengaku heran dengan tudingan para nggota dewan jika biro reklame mengesampingkan keselamatan warga. Menurutnya, dengan kekuatan mencapai 80 kg/m, itu melebihi kekuatan bangunan atau gedung yang hanya berkisar 25-35 kg/ meter persegi. “Dengan kekuatan seperti itu bisa menjaga atau menghadang kekuatan angin yang kencang pada musim hujan,” terangnya.
Agus Winoto menjelaskan, kekuatan rangkah reklame yang mencapai 80 kg per meter setara dengan kecepatan angin 73 knot atau sama dengan kecepatan 136 km/jam. Padahal normalnya kekuatan kecepatan angin hanya sekitar 25 – 35 knot. Sedangkan untuk jangkah waktunya, tambah dia, bisa mencapai 4-5 tahun.
Sementara saat disinggung kejadian robohnya reklame di Surabaya beberapa tahun yang lalu, Agus mengungkapkan kejadian tersebut murni karena faktor alam. Berdasarakan informasi dari BMG, kekuatan kala itu mencapai 50 knot diluar kebiasaan kecepatan angin pada umumnya di Surabaya.“Sekali lagai, masyarakat tidak perlu khawatir reklame yang rawan roboh,” pungkas pria yang berkantor di Jalan Embong Malang itu.
Sebelumnya, Wakil ketua Komisi B (perekonomian) DPRD Surabaya, Tri Setijo Puruwito mengkritisi pemasangan papan reklame yang ada di Surabaya. Menurutnya, penataan rakelame yang dilakukan pemerintah kota dan pengusaha masih kurang memperhatikan kaidah keselamatan orang yang berada di sekeliling titik reklame tersebut.
Salah satunya terkait banyaknya reklame di Surabaya, yang memiliki tiang yang cukup tinggi.“Sekuat apa pun konstruksi reklame yang dibangun biro reklame di kota Surabaya masih menyisakan kerawanan bencana. Misalnya, rawan roboh dan kemudian menimpa orang di sekitarnya,” ungkap Tri Setyo Purwito, kala itu. (K1/R7)