KOPAD Desak Pemkot Gugat Lagi Eks Kantor PDAM

Tidak ada komentar 190 views

Surabaya,(DOC) – Puluhan orang yang tergabung dalam Komite Penyelamat Aset Daerah (KOPAD), Rabu(01/10/2014) berkumpul didepan Balai Kota Surabaya untuk menuntut pengembalian asset kota, berupa eks gedung PDAM di Jalan Basuki Rahmat.

Bagian Hukum Pemkot Surabaya yang selama ini mengurusi kasus tersebut, dianggap ‘melempem’ melawan mafia aset di peradilan.

Dalam kesmepatan tersebut, para domentrans sempat membeberkan sejumlah aset kota yang telah dikuasai oleh pihak ketiga , yaitu Kolam renang Brantas, Gelora Pancasila, Jl Kenari, Taman Kebun Bibit (RMI), Kantor Satpol-PP, Perumahan YKP dan terkahir Gedung eks PDAM.

Berikutnya, gedung Wanita yang terletak di Jalan Kalibokor Surabaya, juga sudah menjadi incaran para mafia Aset ini.

“Lemahnya tim hukum Pemkot ini, sangat terlihat saat peradilan memenangkan Hj. Siti Fatiyah yang berhak memiliki gedung eks kantor PDAM Surabaya. Bahkan gugatan hukum Pemkot, juga kalah hingga Mahkamah Agung(MA),” tegas Bambang Smith koordinator aksi saat melakukan orasi.

Seperti diketahui, pada tanggal 14 Agustus 2009 lalu, Pengadilan Negeri Surabaya telah mengeluarkan putusan pemenang gedung eks kantor PDAM dengan nomor 679/pdt.D/2006/PN Surabaya. Keputusan tersebut juga diperkuat lagi oleh MA RI yang mengeluarkan putusan nomor 1457K/pdt/2008 tanggal 21 Januari 2009 junto putusan Mahkamah Agung RI nomor 31PK/pdt 2010 tanggal 28 Juli 2010.

Para aktivis KOPAD ini berharap agar Pemkot melayangkan gugatan lanjutan, karena PN Surabaya sekarang masih menerima gugatan perkara yang dituangkan kedalam putusan nomor 453/pdt.G.P/2014/PN.SBY.
“Kami siap bekerjasama membantu Pemkot untuk melakukan pembelaan melalui upaya hukum lanjutan,”tegasnya.

Bambang Smith menengarai adanya unsur rekayasa di proses persidangan, terutama menyangkut surat kepemilikan pihak pemenangan gugatan. Ia juga bisa membuktikan, untuk bahan pemkot jika hendak melanjutkan gugatan ke pengadilan. “Istilah saya adalah upaya hukum PK diatas PK, dan itu bisa terjadi, karena sudah jelas bahwa kemenangan Siti Fatiyah hanya berdasarkan cerita-cerita fiktif dipersidangan, dan hakim hanya memutuskan berdasarkan itu, jika setelah ini Pemkot Surabaya bisa memberikan kepercayaan hukum kepada kami, maka saya sangat yakin akan bisa memenangkan persidangan dengan bekal novum yang kini telah diterima oleh PN Surabaya,”tambahnya.

Aksi yang berlangsung beberapa menit tersebut, mendapat respon dari perwakilan Pemkot Surabaya.
Puluhan aktivis KOPAD akhirnya di temui oleh Assisten III bidang perekonomian dan pembangunan M, Taswin bersama Kepala Bakesbanglinmas, Soemarno. “Kami akan tindak-lanjuti secara moril dan materiil. Kami akan menanyakan pihak PN Surabaya dan segera mencari dukungan data, bila perlu kami berkoordinasi dengan aktivis KOPAD,”pungkasnya(r7)