Korban Bom Gereja Bertambah, Seorang Security GPPS Meninggal Di RSUD Soetomo

foto : Sewei Elia Huang, Pendeta Gereja Pante Kosat Pusat Surabaya

Surabaya,(DOC) – Jumlah korban meninggal akibat ledakan bom bunuh diri di Gereja Pante Kosta Pusat Surabaya(GPPS),  jalan Arjuno Surabaya, bertambah satu orang.

Giri Catur Sungkowo seorang security yang selama beberapa hari ini dirawat di Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya, meninggal dunia, Jumat(18/5/2018) malam.

Informasi ini disampaikan oleh Sewei Elia Huang, salah satu Pendeta GPPS kepada sejumlah awak media.

“Rencananya akan di makamkan, Sabtu(19/5/2018) siang di TPU(tempat pemakaman umum,red) Gunungsari Surabaya,” ungkapnya

Giri merupakan korban ke 14 yang meninggal dunia akibat ledakan bom bunuh di 3(tiga) gereja Surabaya, Minggu(13/5/2018) pagi pada pukul 07.30 Wib.

Menurut Sewei, korban mengabdi sebagai petugas keamanan di GPPS sudah 31 tahun, dan dia meninggal.

Saat kejadian berlangsung, korban yang posisinya di depan gereja sempat di tabrak oleh pelaku bom bunuh diri hingga terpental dan terkena material bom.

“Usai insiden itu, kondisinya kritis belum meninggal. Pak Giri(korban,red) paling senior,” katanya.

Sementara itu, pasca informasi meninggalnya Giri Catur Sungkowo, pihak keluarga langsung mengambil jenazahnya dari Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak.(hadi/r7)