KPK Akan Dilibatkan Dalam Pemilihan Rektor

Tidak ada komentar 141 views

Jakarta, (DOC) – Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) berencana untuk melibatkan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam proses pemilihan rektor. Hal tersebut untuk memastikan pemilihan rektor berjalan lebih terbuka transparan.

Hal tersebut diutarakan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. Pernyataan tersebut diutarakannya menanggapi dugaan KPK terkait adanya suap dalam pemilihan rektor di Perguruan Tinggi.

“Disebutkan katanya (oleh KPK-red) tidak transparan. Perguruan Tinggi justru selama ini terbuka betul. Saya sudah meminta untuk bertemu KPK, dimana letak ketidaktransparan ini, dan apa yang perlu dilakukan kedepan agar lebih baik. Jika memang diperlukan, KPK bisa dilibatkan dalam proses pemilihan rektor,” ujar Nasir dalam konferensi pers di Gedung Kemenristek Dikti, Jalan Thamrin, Jakarta.

Nasir mengakui, beberapa waktu terakhir terdapat permasalahan pemilihan rektor di beberapa perguruan tinggi. Diantaranya adalah pemilihan rektor yang ditunda karena prosesnya dibatalkan oleh Kemenristek Dikti yakni di Universitas Negeri Manado (UNIMA), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Halu Oleo (UHO), dan Universitas Musamus Merauke (Unmus).

Dia menjelaskan, permasalahan terjadi karena sejumlah faktor. Seperti anggota senat yang bukan berasal dari pimpinan universitas, hingga permasalahan calon rektor terpilih yang terbukti melakukan proses pembelajaran di perguruan tinggi yang tidak sesuai aturan.

Rencana pelibatan KASN dan KPK dalam proses pemilihan rektor, menurut dia masih dipertimbangkan dalam tataran internal Kemenristek Dikti. Namun yang pasti penyempurnaan proses pemilihan rektor akan terus dilakukan agar tidak lagi terjadi berbagai permasalahan.(pkr/r1)