KPK Anggap Hukuman Djoko Susilo Terlalu Ringan

Tidak ada komentar 128 views

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi

Jakarta,(DOC) – Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung angkat bicara soal hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor terhadap terdakwa Djoko Susilo. Bahkan, pimpinan KPK akan segera melakukan rapat menggapi vonis tersebut.
“Secara kolegial akan segera dirapimkan,” kata Wakil Ketua KPK, Busyro Muqqodas saat dikonfirmasi, Selasa (3/9/2013). Tuntutan tersebut lebih ringan dari tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni 18 tahun penjara.
Atas nama pribadi, Busyro menyatakan banding atas vonis tersebut. Putusan hakim tersebut dinilai kurang tepat. “Saya pribadi wajib banding atas nama rasa keadilan rakyat,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Bambang Wijdojanto menyatakan pikir-pikir terkait putusan tersebut. Berbeda dengan Busyro, Bambang mengaprasisasi putusan tersebut. “Sebagian besar putusan hakim telah mengakomodasi rasa keadilan rakyat yang diwakili KPK melalui dakwaan, dan tuntutannya sudah berbasis pada fakta-fakta hukum. KPK akan menggunakan waktu untuk berpikir guna mempertimbangkan hukum badan yang hanya 10 tahun, dan hukuman tambahan yang tidak terima (Djoko Susilo),” katanya.
JPU KPK sebelumnya menuntut Irjen Djoko Susilo dengan 18 tahun penjara karena terbukti telah memperkaya diri sebesar Rp 32 miliar dalam proyek pengadaan alat driving simulator surat izin mengemudi roda dua dan roda empat. Selain itu, Djoko pun juga diberikan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan penjara. Selain memperkaya diri, Djoko juga terbukti telah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada tahun 2002-2010. Sementara Majelis hakim tipikor hanya memberikan vonis 10 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan penjara.(co/r4/r7)