KPK Gandeng Pemerintah Filiphina Ungkap Kasus Gratifikasi PT PAL Senilai 3 Milliar

Surabaya,(DOC) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menggandeng pemerintah Filiphina untuk mengungkap kasus gratifikasi pengadaan kapal perang Filipine. Gratifikasi yang diberikan kepada sejumlah petinggi PT PAL Indonesia, nilainya mencapai Rp. 3 milliar.

Pasca Operasi tangkap tangan beberapa waktu lalu, KPK terus melakukan penyelidikan kasus gratifikasi tersebut dengan memeriksa 17 orang saksi.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, mengatakan, dalam pengembangan kasus gratifikasi di PT PAL Indonesia, KPK belum menemukan tersangka baru.

“Masih 4 orang tersangka yang ditetapkan termasuk Direktur Utama PT PAL (Firmansyah Arifin,red). Kemungkinan bisa bertambah,” ungkapnya, usai menjadi pembicara diskusi publik di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Selasa(4/4/2017).

Ia menambahkan, dirinya masih belum bisa menjelaskan secara detail hasil pengembangan penyidikan, karena masih menjadi tanggungjawab team penyidik KPK. Garis besarnya, KPK sudah berkoordinasi dengan Filiphina untuk mengembangkan kasus gratifikasi pengadaan kapal perang strategic sealift vessel(SSV) yang diproduksi oleh PT PAL Indonesia.

“Jika memang nantinya ada oknum atau pejabat Filiphina yang terlibat, KPK akan melaporkan ke sana, agar pemerintah Filiphina menindak lanjutinya,” imbuhnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, operasi tangkap tangan kasus gratifikasi sebesar Rp. 3 milliar yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi PT PAL Indonesia, dilakukan KPK di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya beberapa hari lalu.(rob7)