KPK Periksa Tiga Perwira Polri

 Featured, Hankam

Jakarta (DOC) – Tiga perwira Polri dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan kasus korupsi Simulator SIM untuk roda dua dan roda empat di Korlantas Polri. Ketiga perwira tersebut adalah AKBP Endah Purwaningsih, Kompol Ni Nyoman Suartini, dan Kompol Setya Budi.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, ketiganya diperiksa sebagai saksi.

Seperti diketahui, dalam kasus tersebut KPK menetapkan Irjen Djoko sebagai tersangka sejak 27 Juli. Dia menjadi tersangka bersama Waka Korlantas Polri Brigjen Didik Purnomo, dan pihak swasta Budi Susanto yang merupakan Presiden Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, dan Sukotjo Bambang, Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia.

Sukotjo dihukum dengan tuduhan melakukan penipuan dan penggelapan anggaran pengadaan simulator. Pengadilan Negeri Bandung menghukum dia tiga tahun enam bulan penjara. Namun, di tingkat Pengadilan Tinggi Bandung, hukuman Sukotjo diperberat empat bulan menjadi tiga tahun dan sepuluh bulan.

Irjen Djoko yang dijerat Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi telah ditahan di rutan KPK yang berada di rutan Pomdam Jaya Guntur.

Hasil penyidikan sementara, KPK menemukan adanya kerugian negara dalam pengadaan simulator kemudi motor dan mobil akibat penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan Djoko. KPK menemukan indikasi kerugian negara dalam proyek senilai Rp 189 miliar itu.

Kerugian negara dalam proyek itu diduga sekitar Rp 90 miliar hingga Rp 100 miliar. KPK juga pernah memanggil Kaplores Kebumen AKBP Heru Trisasono, dan sejumlah perwira, seperti AKBP Indra Darmawan, AKBP Susilo Wardono, AKBP Wisnu Budaya, dan AKBP Wandi Rustiwan.(sm/r3)