KPU Surabaya Buka TPS di Lapas Porong Untuk Pilgub Jatim

Surabaya(DOC) – Ada sebanyak 1.954 warga Surabaya yang tak bisa mencoblos atau menyalurkan hak suaranya pada saat Pilgub Jatim di TPS lingkungan tempat tinggalnya. Ini karena ribuan warga itu berada di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) di wilayah hukum Kabupaten Sidoarjo.

KPU Kota Surabaya yang mendapat surat dari KPU Jatim untuk melakukan validasi pemilih di Lapas sudah menjalankan tugasnya. Yakni melakukan pencoretan data pemilih yang bermasalah dengan hukum itu agar tak masuk di daerah tempat tinggalnya. Tujuannya agar tak terjadi pemilih ganda.

Menurut Komisioner KPU Surabaya bidang Teknis Penyelenggara Pemilu Edward Dewaruci, pihaknya sudah melakukan pencocokan dan penelitian terhadap data pemilih di Surabaya. Warga yang sudah terdaftar di daftar pemilih tempat tinggalnya, karena saat ini sedang menjalani hukuman di wilayah Lapas Sidoarjo, terpaksa dicoret dari daftar pemilih tetap TPS-nya. Namun data itu tetap masuk di kawasan Sidoarjo.

“Kita sudah melakukan validasi datanya. Sehingga kita pastikan, di Surabaya tak ada daftar pemilih ganda, karena warga yang masih menjalani hukuman di Lapas kawasan Sidoarjo, tak kita masukan di daftar pemilih tempat tinggalnya. Daftarnya sudah dicoret. Selanjutnya, hasil validasi yang berbentuk formulir Model A8-KWK.KPU harus dikirimkan ke KPU Kabupaten Sidoarjo,” ujar Edward.

Selanjutnya, 1.954 warga Surabaya yang berada di Lapas kawasan Sidoarjo akan diurus oleh KPU Kabupaten Sidoarjo. Bisa saja warga itu tetap mendapat hak pilihnya melalui TPS khusus yang bakal disediakan di Lapas-Lapas Sidoarjo.(CO/r7/r4)