KPU Surabaya Nyatakan 15 Parpol Lolos Verifikasi

foto : Purnomo Satriyo Pringgodigdo

Surabaya,(DOC) – Hampir setengah tahun lebih, sejak September 2017 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Surabaya melakukan verifikasi partai politik (Parpol) peserta pemilu 2019.

Dari hasil verifikasi tersebut, akhirnya KPU menyatakan 15 Parpol berhasil memenuhi persyaratan untuk menjadi peserta Pemilu diwilayah Surabaya.

Keputusan ini ditetapkan KPU melalui rapat Pleno Terbuka yang dihadiri oleh perwakilan Parpol, Bawaslu Kota Surabaya, Bakesbangpol, Bagian Pemerintahan Kota Surabaya, Polrestabest kota Surabaya dan Polres KP3 Tanjung Perak, Kamis(8/2/2018).

Komisioner KPU kota Surabaya, Purnomo Satriyo, menyatakan, Parpol yang ikut verifikasi sebanyak 17 Parpol dan yang lolos memenuhi persyaratan sebagai Parpol peserta Pemilu 2019 yakni sebanyak 15 Parpol.

“Hasil ini kami dapatkan setelah 15 dari 17 partai politik yang menyerahkan dokumen kelengkapan persyaratan berhasil melalui proses penelitian administrasi sampai verifikasi kepengurusan, keterwakilan perempuan, domisili kantor dan keanggotaan,” papar Purnomo.

15 Parpol yang lolos verifikasi tersebut yaitu Partai Beringin Karya(PBK), Partai Bulan Bintang(PBB), Partai Persatuan Pembangunan(PPP), Partai Keadilan Sejahtera(PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya(Gerindra), Partai Golongan Karya(Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP), Parta Keadilan dan Persatuan Indonesia(PKPI), Partai Amanat Nasional(PAN), Partai Nasdem, Partai Hati Nurani Rakyat(Hanura), Partai Persatuan Indonesia(PPI), Partai Gerakan Perubahan Indonesia(PGPI), Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) dan Partai Demokrat.

Menurut Purnomo, Parpol yang lolos persyaratan di KPU kota Surabaya ini masih akan mengikuti proses rekapitulasi hasil verifikasi di KPU Provinsi. Kemudian ditetapkan sebagai peserta pemilihan umum tahun 2019 oleh KPU RI pada 17 Februari 2018 mendatang.

“KPU kota Surabaya akan menyampaikan hasil verifikasi Parpol pada hari Sabtu(10/2/2018). Kemudian KPU Provinsi Jawa Timur memulai rekapitulasi antara tanggal 11 sampai 12 Februari,” pungkas pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang ini.(rob/r7)