KPU Tetapkan Hasil Pileg 2014, PDIP Masih Juara

Tidak ada komentar 197 views

Surabaya,(DOC) – Pemilu 2014 di Surabaya, 9 April lalu menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan mampu menjadi partai partai yang mampu mendulang suara terbanyak di seluruh Dapil (Daerah Pemilihan). Adapun total perolehan suara partai berlambang banteng dengan moncong putih tersebut sebanyak 346.320 suara. Sedangkan di posisi kedua ditempati oleh Gerindra dengan perolehan 142.879 suara dan di posisi ketiga adalah Partai Demokrat yakni 140.267 suara.
Dengan perolehan suara terbanyak tersebut berimbas kepada perolehan jatah kursi di DPRD Surabaya. Wakil rakyat dari PDI Perjuangan di DPRD Surabaya periode 2014-2019 mendatang bakal menjadi anggota legeslatif mayoritas di DPRD Surabaya.
PDIP mendapatkan jatah sebanyak 15 kursi. Sedangkan Partai Demokrat mendapatkan 6 kursi. Kemudian untuk PKB, Gerindra dan PKS, sama-sama mendapatkan jatah 5 kursi di legeslatif. Adapun Partai Golkar memperoleh 4 kursi sama dengan PAN. Selanjutnya Hanura memperoleh 3 kursi, Nasdem 2 kursi dan Hanura 1 kursi. Untuk dua partai yakni PBB dan PKPI tidak mendapatkan wakil.
“Alhamdulillah proses pemilu legeslatif di Surabaya akhirnya selesai. Meski dalam perjalanannya ada situasi yang hangat-hangat panas, namun pada akhirnya terselesaikan,” ujar Ketua KPU Surabaya, Eko Waluyo disela-sela Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Anggota DPRD Surabaya Pemilu Tahun 2014 di Hotel Elmi, Selasa,(13/5/2014).
Sedangkan Ketua Panwaslu Surabaya, Wahyu Hariadi mengatakan bahwa hasil ini yang harus diterima oleh semua pihak. Ini menunjukkan bahwa proses tahapan sudah berjalan sesuai dengan tahapan. “Kami dari Panwas mengucapkan selamat kepada KPU dan caleg terpilih,” ujar Wahyu Hariadi.
Diakui Wahyu Hariadi, bahwa proses pileg lalu tidak sepenuhnya berjalan mulus. Pasalnya ada tahapan rekap ulang di beberapa kecamatan yang itu mengacu dari rekomendasi Bawaslu Jatim. “Namun tahapan itu berhasil dilalui dengan lancar,” tuturnya.
Dengan penetapan tersebut, berarti di DPRD Surabaya, pada periode 2014-2019 mendatang bakal didominasi oleh wajah-wajah baru. Sebanyak 30 muka baru akan berdampingan dengan 20 anggota DPRD incumbent.
Sedangkan untuk anggota legeslatif perempuan di DPRD Surabaya juga melebihi kuota. Hasil dari Pileg 9 April lalu, sebanyak 17 caleg perempuan yang akan menduduki kursi anggota dewan 5 tahun ke depan. “Artinya kuota perempauan mencapai 34 persen dan caleg laki-laki sebanyak 66 perseb. Kuota perempuan telah terlampaui,” tutur Eko Waluyo.
Pada periode 2009-2014, caleg perempuan di DPRD Surabaya mencapai 14 orang, sekarang naik menjadi 17 orang. Berarti mengalami peningkatan dari sebelumnya. Berikut perolehan kursi berikut caleg yang jadi dan bakal duduk di kursi legeslatif DPRD Surabaya periode 2014-2019. Dari Dapil 1 yang memperebutkan 11 kursi, caleg yang jadi adalah Masduki (PKB), Fatkhur Rohman (PKS), Agustin Poliana (PDIP), Tri Didik Adiono (PDIP), Budi Leksono (PDIP), Anugrah Ariyadi (PDIP), Pertiwi Ayu Krishna (Golkar), BF Sutadi (Gerindra), Dini Rijanti (Demokrat) Sudirdjo (PAN) dan Sugito (Hanura). Kemudian dari Dapil 2 yang juga memperebutkan 11 kursi, caleg yang lolos antara lain Fatchul Muid (Nasdem), Camelia Habibah (PKB), Akhmad Suyanto (PKS), Baktiono PDIP), Khusnul Khotimah (PDIP) Asrhi Yuanita Haqie (PDIP), Lembah Setyowati Bakhtiar (Golkar), Lutfiyah (Gerindra), Elok Cahyani (Demokrat), Syaiful Aidy (PAN) dan Buchori Imron (PPP). Selanjutnya di Dapil 3 yang mendapatkan kuota 9 kursi, para caleg yang akan meleanggang di DPRD Surabaya yaitu Laila Mufidah (PKB), Achmad Zakaria (PKS), Adi Sutarwijono (PDIP), Erwin Tjahyuadi (PDIP), Riswanto (PDIP), Binti Rochmah, Rio Pattiselano (Gerindra), Herlina Harsono (Demokrat) dan Arsyad ( PAN). Dapil 4 yang mempperebutkan sebanyak 10 kursi diduduki oleh Mazlam Mansur (PKB), Reni Astuti (PKS), Armuji (PDIP), Dyah Katarina (PDIP) Sukadar (PDIP) Agoeng Prasodjo ( Golkar), H. Darmawan (Gerindra), Ratih Retnowati (Demokrat), Ghofar Ismail ( PAN) dan Edi Rachmat ( Hanura), Lalu untuk Dapil 5 dengan 9 kursi, yang mewakili antara lain Vinsensius ( Nasdem), Minum Latif (PKB), Ibnu Shobir (PKS), Syaifuddin Zuhri (PDIP), Siti Maryam (PDIP) Endi Suhadi ( Gerindra), Junaedi (Demokrat), M.Machmud (Demokrat) dan Naniek Zulfiani (Hanura).
Sementara itu, terkait dengan kemenangan PDIP di Surabaya, Ketua DPC PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana menyatakan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada warga Surabaya yang telah memberikan dukungan kepada partainya. “Kami ucapkan terimakasih kepada warga Surabaya. Semoga 5 tahun ke depan kami bisa menerima amanat yang diberikan kepada kami,” tuturnya.
Lebih lanjut WS, panggilan akrab Whisnu Sakti Buana menuturkan bahwa hasil penetapan kursi dan caleg Surabaya telah dilaporkan ke DPP. “Sejauh ini sudah kita hitung dan sudah lapor ke DPP. Secara prinsip apapun hasilnbya kita menerima. Namun secara prinsip kami merekomendasi agar DPP melakukan gugatan karena melihat proses pemilu di Surabaya,” tandasnya.
Ditanya apakah puas dengan raihan 15 kursi? Whisnu menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya tidak puas. Namun situasi Surabaya yang kondusif, pihaknya menerima hasil KPU. “Secara prinsip kita terima. Tapi dari proses rekapitulasi yang seperti itu, kita usulkan ke DPP untuk gugatan,” imbuhnya.(r7)